Banjir Bandang Putuskan Jembatan di Jatibanteng, 1.500 Warga Situbondo Terisolasi

oleh -535 Dilihat

KILASJATIM.COM, Situbondo – Banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menyebabkan jembatan penghubung antara Desa Patemon dan Desa Wringinanom putus total. Akibatnya, sekitar 1.500 warga di kawasan tersebut terisolasi dan tidak dapat beraktivitas seperti biasa karena tidak adanya jalur alternatif.

Jembatan yang menjadi akses utama antar desa itu dilaporkan ambruk saat banjir bandang menerjang kawasan tersebut pada Rabu malam (21/1/2026). Kerusakan parah juga terjadi pada badan jalan di sekitar lokasi.

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyebut kondisi warga saat ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan segera. Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung lokasi jembatan putus di Desa Wringinanom, Kecamatan Jatibanteng, Sabtu (24/1/2026).

“Di sini ada sekitar 1.500 jiwa yang tidak bisa pergi ke mana-mana karena benar-benar terisolasi. Kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan harus segera ditangani,” ujar Bupati Rio.

Ia menjelaskan, terputusnya akses utama antar desa berdampak langsung terhadap distribusi bantuan, aktivitas ekonomi, serta layanan dasar masyarakat, termasuk akses kesehatan dan pendidikan.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Situbondo memastikan penyaluran bantuan tetap dilakukan dengan segala keterbatasan yang ada. Untuk penanganan jangka pendek, pemkab telah menyalurkan bantuan logistik berupa sembako guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

Sementara untuk penanganan jangka panjang, pemerintah daerah berencana menganggarkan perbaikan infrastruktur, terutama pembangunan kembali jembatan dan jalan penghubung yang rusak akibat banjir bandang.

“Kami akan mohon bantuan ke pemerintah provinsi maupun pusat agar penanganan ini bisa segera dilaksanakan. Tanpa jembatan dan jalan, wilayah itu sama sekali tidak memiliki akses,” kata Bupati Rio.

Ia menegaskan, pemulihan akses menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal dan risiko sosial kemanusiaan tidak semakin memburuk.

Baca Juga :  ITS Pecahkan Rekor MURI Lewat Skrining Kanker Prostat Gratis bagi 420 Peserta

Berdasarkan pantauan di lapangan, Bupati Rio harus meninjau lokasi dengan menyusuri alur sungai karena tidak ada lagi jalur darat yang dapat dilalui. Seluruh jembatan di kawasan tersebut tampak putus, sementara badan jalan hancur dan tidak bisa dilewati kendaraan maupun pejalan kaki.(wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.