DPRD Surabaya Apresiasi Pengelolaan Sampah Jadi Energi Alternatif Lewat TPS RDF

oleh -742 Dilihat
Dok. Pemkot Surabaya

KILASJATIM.COM, Surabaya – Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Surabaya dalam mengembangkan pengelolaan sampah menjadi energi alternatif melalui Tempat Pengolahan Sampah Refuse Derived Fuel (TPS RDF). Inovasi ini dinilai sebagai langkah maju dalam menjawab persoalan sampah perkotaan yang kian kompleks.

Laila menyebut, keberadaan TPS RDF memungkinkan sampah yang telah melalui proses pengeringan dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan industri. Saat ini, Pemkot Surabaya tengah melakukan koordinasi dengan industri semen, salah satunya Semen Gresik, untuk pemanfaatan RDF tersebut.

TPS RDF Surabaya berlokasi di kawasan TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) Tambak Osowilangun. Menurut Laila, DPRD Surabaya akan terus mengawal proyek ini hingga benar-benar terealisasi dan dapat beroperasi secara optimal. Pemerintah kota bersama DPRD telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 30 miliar untuk mendukung operasional TPS RDF.

“Kami mendukung upaya Pemkot Surabaya untuk mengatasi problematika kota soal sampah. Apalagi saat ini juga tengah dijalankan program kampung zero waste atau kampung nol sampah,” ujar Laila.

Berdasarkan data, volume sampah yang dihasilkan Kota Surabaya saat ini mencapai 1.600 hingga 1.800 ton per hari. Kondisi tersebut menuntut adanya pengelolaan sampah yang lebih terpadu, terutama pada sampah organik, agar beban tempat pembuangan akhir dapat ditekan secara signifikan.

Meski demikian, Laila mengakui bahwa implementasi program kampung zero waste belum berjalan optimal. Hal serupa juga terjadi pada pengelolaan bank sampah yang dinilai belum tertata dengan baik, sehingga proses pemilahan sampah di tingkat masyarakat belum maksimal.

“Ke depan, penguatan di tingkat kampung dan pengelolaan bank sampah perlu lebih serius agar pengurangan sampah bisa benar-benar terasa dampaknya,” kata dia.

Baca Juga :  PDI Perjuangan Bondowoso Hidupkan Malam Jumat Manis, Pengajian Rutin Jadi Wadah Serap Aspirasi Masyarakat

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Dedik Irianto menyatakan bahwa pengolahan sampah organik di Surabaya terus dikembangkan. Saat ini, Surabaya telah memiliki 27 rumah kompos yang berfungsi mengolah sampah organik menjadi pupuk.

“Selain rumah kompos, Surabaya juga punya 12 TPS 3R. Bahkan kami saat ini juga tengah mengembangkan TPS RDF yang bisa menjadi bahan bakar alternatif,” ujar Dedik.

Ia berharap, pengembangan TPS RDF dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung penggunaan energi alternatif di sektor industri.(Den)