Agus Mahardiyanto (kiri), adik ipar pilot pesawat ATR 42-500 Kapten Andy Dahananto – Foto Istimewa
KILASJATIM.COM, Jakarta – Keluarga Kapten Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport dengan nomor registrasi PK-THT, masih menyimpan harapan akan adanya mukjizat. Kapten Andy turut menjadi korban dalam kecelakaan pesawat yang terjadi di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
“Mukjizat yang mungkin luar biasa setelah melihat kondisi pesawat,” kata adik ipar korban, Agus Mahardiyanto, Senin, 19 Januari 2026. “Namun, saya rasa mukjizat Allah bisa melebihkan itu.”
Agus mengaku telah menerima informasi mengenai kondisi pesawat yang ditemukan dalam keadaan memilukan. Meski demikian, pihak keluarga masih berharap proses evakuasi dan identifikasi yang dilakukan tim SAR dapat membawa kabar terbaik.
“Tidak lain harapan kami adalah adanya mukjizat sebelum diketahui korban terlibat dalam kecelakaan tersebut,” ujarnya. Agus menyebut, informasi awal terkait hilangnya pesawat diterima keluarga dari pihak Indonesia Air Transport saat pesawat dinyatakan hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Pihak keluarga berharap Kapten Andy dapat ditemukan dalam kondisi selamat sehingga bisa kembali berkumpul bersama istri dan anak-anaknya. Sejak pesawat dinyatakan hilang kontak, keluarga terus memantau perkembangan informasi.
“Kami terus memantau setelah mendapatkan informasi pesawat lost contact karena pasti ada sesuatu yang tidak biasa,” katanya.
Agus juga mengungkapkan, komunikasi terakhir Kapten Andy dengan keluarga terjadi pada Jumat, 16 Januari 2026 pagi. Saat itu, korban menyampaikan akan melakukan penerbangan dengan rute Yogyakarta–Makassar.
“Biasanya sekitar jam 12.17 WIB sudah landing dan memberi kabar. Tetapi sampai lewat satu jam tidak ada kabar untuk keluarga,” ujarnya.
Di mata keluarga, Kapten Andy dikenal sebagai sosok yang baik, bertanggung jawab, dan sangat menyayangi keluarga. Meski berprofesi sebagai pilot, ia selalu menyempatkan pulang ke rumah untuk berkumpul bersama keluarga.
“Kami sekali lagi, terutama putra-putra beliau, sangat bangga,” kata Agus. Ia menilai Kapten Andy telah menjalani peran sebagai profesional sekaligus kepala keluarga dengan penuh tanggung jawab.
Agus juga mengenang Kapten Andy sebagai sosok yang loyal dan konsisten dalam menjalani profesinya di dunia penerbangan. Selama belasan tahun berkarier, ia disebut tidak pernah memiliki catatan negatif.
“Saya sebagai adik beliau mengatakan Kapten Andi adalah sosok yang sangat-sangat kami banggakan,” ucapnya. Agus menambahkan, korban tetap setia berkarier di satu perusahaan meski sempat menerima tawaran dari maskapai lain.
Suasana duka tampak menyelimuti kediaman keluarga Kapten Andy di Perumahan PWS, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Sejumlah kerabat dan keluarga dekat hadir memberikan dukungan, termasuk Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah.
“Kami turut berduka atas berpulangnya Kapten Andy Dahananto, putra daerah Kabupaten Tangerang,” ujar Intan. Menurutnya, Kapten Andy telah mengabdikan hidupnya pada profesi dengan penuh tanggung jawab.
Ia berharap proses pencarian, evakuasi, dan identifikasi korban dapat berjalan cepat dan optimal oleh seluruh unsur terkait. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk turut mendoakan para korban serta memberikan dukungan kepada keluarga yang terdampak musibah ini,” tuturnya.(den)




