Perkuat Transformasi 2030, Unusa Resmikan SMKB dan Buka Dua PPDS

oleh -206 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) memperkuat transformasi institusionalnya dengan mendirikan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan (SMKB) serta membuka dua Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sebagai bagian dari penguatan peran kampus dalam menjawab tantangan kesehatan dan pendidikan nasional.

Kebijakan strategis tersebut disampaikan Rektor Unusa Prof Dr Ir Tri Yogi Yuwono, DEA dalam Pidato Awal Tahun 2026 yang digelar di Kampus B Unusa Tower, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan struktur organisasi baru Unusa kepada sivitas akademika.

Prof Tri Yogi menjelaskan, pendirian SMKB merupakan langkah konkret Unusa dalam mengintegrasikan pendidikan, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat yang sejalan dengan visi Islamic Sustainable Digital Health and Education University 2030. “Unusa tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kampus harus menjadi pusat solusi, bukan sekadar pusat pengetahuan,” tegasnya.

SMKB dirancang sebagai ekosistem akademik terintegrasi yang menaungi seluruh program pascasarjana, pendidikan profesi, serta pengembangan eksekutif di bidang manajemen, kesehatan, dan kebijakan berkelanjutan. Arah pengembangannya selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). “Transformasi ini kami arahkan pada penguatan tata kelola dan pengembangan akademik yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan zaman, khususnya untuk menjawab tantangan sektor kesehatan, pendidikan, dan pembangunan sosial,” jelas Rektor.

Di bawah naungan SMKB, Unusa mengembangkan sejumlah program studi, di antaranya Magister Manajemen berorientasi keberlanjutan, Magister Kesehatan Masyarakat, serta Magister Keperawatan. Kurikulum yang diterapkan akan lebih adaptif dengan penambahan mata kuliah terkait keberlanjutan. “Di SMKB akan ada tambahan mata kuliah yang berkaitan dengan sustainability, sehingga mahasiswa memiliki wawasan yang lebih luas untuk menghadapi kebutuhan industri saat ini. Pembentukan SMKB ini juga kami lakukan dengan benchmarking ke beberapa negara,” ujar Prof Tri Yogi.

Baca Juga :  Kaleidoscope Dari Satu Kata Menjadi Nada

Pada jenjang pendidikan profesi, SMKB membina Pendidikan Profesi Ners dan Pendidikan Profesi Bidan untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten, beretika, dan berorientasi pada mutu layanan. Selain itu, SMKB menginisiasi Program Pendidikan Eksekutif (PPE) bidang keberlanjutan bagi pimpinan dan profesional lintas sektor.

Wakil Rektor I Unusa Prof Dr Eng Ir Ahmad Rusdiansyah, M.Eng., CSCP, CLTD, IPU menyampaikan, SMKB juga akan menghadirkan program pelatihan bersertifikasi guna membekali mahasiswa dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan industri. “Pelatihan seperti Sustainable Leadership dan ESG kini menjadi kebutuhan penting di dunia kerja. Karena itu, mahasiswa harus dipersiapkan sejak dini,” katanya. Ia menambahkan, sistem pembelajaran di SMKB akan dilaksanakan secara hybrid dengan mekanisme seleksi mahasiswa yang tidak hanya menilai aspek akademik, tetapi juga komitmen calon mahasiswa terhadap pendidikan keberlanjutan.

Sementara itu, di bidang pendidikan kedokteran, Fakultas Kedokteran Unusa membuka dua PPDS, yakni PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi serta PPDS Obstetri dan Ginekologi. Kedua program ini diharapkan berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan dokter spesialis nasional.

Dekan Fakultas Kedokteran Unusa Dr Handayani, dr., M.Kes. menyatakan, pembukaan PPDS ini menjadi langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan dokter spesialis, tidak hanya bagi peserta dari Surabaya, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia. “Kami menargetkan peserta PPDS berasal dari berbagai wilayah, sehingga lulusan nantinya dapat mendukung pemerataan tenaga dokter spesialis, terutama di daerah yang masih kekurangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendaftaran PPDS direncanakan dibuka pada tahun ajaran 2026–2027 setelah seluruh persiapan fasilitas dan dosen pengajar diselesaikan. “Selama enam bulan ke depan, kami fokus menyiapkan semuanya secara matang sebelum pendaftaran resmi dibuka,” pungkasnya.

Dengan penguatan SMKB dan pembukaan PPDS, Unusa menegaskan posisinya sebagai kampus Islam modern yang mengintegrasikan nilai keislaman, keilmuan, dan kemanusiaan untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang unggul, berkelanjutan, dan berdampak bagi Indonesia.(tok)