Prof Nuh Tekankan Kesetiaan Pimpin Sekolah Rakyat Jatim

oleh -1305 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Bimbingan Teknis Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat se-Jawa Timur dimanfaatkan sebagai penguatan kepemimpinan dan nilai pengabdian. Dalam forum tersebut, Prof Dr Ir Muhammad Nuh, DEA menekankan pentingnya kesetiaan sebagai nilai utama dalam mengelola Sekolah Rakyat.

Menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai sebagai moderator. Hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, serta jajaran kepala OPD Pemprov Jatim.

Dalam pemaparannya, Prof Nuh yang juga dikenal sebagai pemikir konsep Sekolah Rakyat menegaskan bahwa kesetiaan merupakan nilai tertinggi dalam kepemimpinan pendidikan. “Nilai paling utama dalam mengurusi Sekolah Rakyat dan yang paling mahal itu adalah kesetiaan. Setia itu melebihi dari sekadar tanggung jawab dan tugas,” ujar Prof Nuh.

Mantan Rektor ITS Surabaya itu menambahkan, kehadiran negara paling nyata dirasakan ketika anak-anak yang paling lemah tetap memperoleh pendidikan yang bermutu. “Pendidikan adalah satu-satunya instrumen paling beradab untuk memutus mata rantai kemiskinan dan ketidakberdayaan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap manusia diciptakan dengan keunikan masing-masing yang harus ditemukan dan dikembangkan. “Tidak ada ciptaan Tuhan yang percuma. Setiap manusia memiliki keunikan, maka temukan keunikan itu sebagai modal untuk sukses,” ucap mantan Menteri Pendidikan Nasional tersebut.

Prof Nuh turut berpesan agar kepala sekolah dan tenaga kependidikan membangun kebiasaan baik sebagai fondasi kepemimpinan. “Orang baik adalah orang yang memiliki kebiasaan baik. Semakin baik seseorang, semakin banyak kebiasaan baik yang ia miliki. Kebiasaan baik inilah yang harus dijalankan para kepala sekolah dan tenaga kependidikan,” tambah mantan Menkominfo itu.

Baca Juga :  Hilirisasi Mineral, PLN Pasok Listrik 170 MVA ke Smelter Freeport Indonesia

Pada kesempatan yang sama, Prof Nuh mengapresiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa atas inisiatif pelaksanaan bimtek tersebut. Menurutnya, Jawa Timur layak menjadi contoh bagi provinsi lain dalam pengelolaan Sekolah Rakyat. “Jawa Timur menjadi provinsi dengan Sekolah Rakyat terbanyak yang sudah beroperasi, ada di 26 titik. Bahkan dihadiri Menteri PPPA dan Mensos. Saya belum pernah mendengar provinsi lain melakukan hal serupa. Ini patut diapresiasi dan harus menjadi kebanggaan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa bimtek ini bertujuan memperkuat kepemimpinan Sekolah Rakyat sekaligus mempertajam indikator kinerja berbasis dampak. “Bimtek ini juga untuk penguatan pendampingan dan supervisi substantif, serta kolaborasi lintas sektor,” ujar Aries.

Ia menegaskan bahwa seluruh agenda tersebut sejalan dengan program Gubernur Khofifah melalui Jatim Cerdas, yakni menghadirkan pendidikan yang berdampak dan berkeadilan. “Pendidikan yang berdampak adalah pendidikan yang menghadirkan keadilan, membuka harapan, dan menyiapkan masa depan anak-anak Indonesia,” pungkas Aries.(tok)

No More Posts Available.

No more pages to load.