KILASJATIM.COM, Jember – Persik Kediri resmi mendatangkan gelandang serang asal Uruguay, Adrian Luna, jelang bergulirnya putaran kedua BRI Super League 2025–2026. Kehadiran pemain asing berpengalaman tersebut diharapkan mampu menambah daya gedor dan kreativitas permainan skuad Macan Putih.
“Dengan bergabung di Persik Kediri, saya akan memperkuat posisi tim ini,” ujar Adrian Luna dalam keterangan resminya, Jumat (16/1/2026).
Kehadiran Luna melengkapi pergerakan Persik Kediri di bursa transfer paruh musim, setelah sebelumnya klub asal Jawa Timur itu merekrut Jon Toral. Manajemen berharap kombinasi kedua pemain ini mampu memberikan kontribusi signifikan pada putaran kedua kompetisi.
Bagi Luna, bermain di Indonesia menjadi pengalaman baru dalam perjalanan kariernya. “Ini akan menjadi pengalaman yang berbeda bagi saya, negara yang berbeda, kultur yang berbeda. Saya senang berada di sini,” ujar pemain berusia 33 tahun tersebut.
Dalam tiga musim terakhir, Luna berkiprah di kompetisi sepak bola India bersama Kerala Blasters FC. Selama memperkuat klub Indian Super League (ISL) itu, Luna tampil sebagai sosok kunci dengan catatan 87 penampilan, 15 gol, dan 27 assist. Ia juga dipercaya mengemban ban kapten tim.
Sebelum berkarier di India, Luna sempat merasakan atmosfer sepak bola Australia bersama Melbourne City FC dan turut mengantar klub tersebut meraih gelar juara A-League musim 2020/2021.
Pengalaman internasional Luna tidak berhenti di situ. Ia mengawali karier profesional bersama Defensor Sporting di Uruguay, kemudian melanjutkan petualangan ke Spanyol bersama Espanyol. Selama berada di Negeri Matador, Luna juga menjalani masa peminjaman di sejumlah klub, seperti Gimnàstic dan Sabadell.
Setelah kembali ke Amerika Selatan, Luna memperkuat beberapa klub di Uruguay dan Meksiko, di antaranya Nacional, Veracruz, dan Venados FC. Ia berharap pengalaman panjang di berbagai kompetisi tersebut dapat memberikan dampak positif bagi Persik Kediri pada putaran kedua BRI Super League.
“Saya mencoba membantu tim dengan pengalaman saya. Tentu saja, targetnya memenangkan sebanyak mungkin pertandingan. Saya ingin mendapatkan menit bermain, mencetak gol, membuat assist, dan membantu tim di setiap laga,” kata pemain kelahiran 12 April 1992 itu.
Sebagai gelandang serang, Luna dikenal memiliki kemampuan distribusi bola yang baik, visi permainan matang, serta peran sentral dalam membangun serangan. Ia pun siap bersaing secara sehat demi mendapatkan tempat utama di skuad Macan Putih.
“Kita tahu hanya tujuh pemain asing yang bisa masuk starting eleven. Kadang kita bermain, kadang tidak. Persaingan itu penting karena mendorong level setiap pemain meningkat,” ujarnya.
Meski demikian, Luna menegaskan fokus utama tetap pada kepentingan tim. Menurutnya, seluruh pemain harus berada dalam satu tujuan yang sama, terutama saat tim membutuhkan kontribusi maksimal.
Di level internasional, Adrian Luna juga memiliki pengalaman membela tim nasional Uruguay pada kelompok usia U-17 dan U-20.(rud)
