Pertandingan yang dipimpin wasit Sugeng Riyanto asal Jombang berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. Pasuruan United langsung mengambil inisiatif menyerang dan berhasil mencetak gol cepat saat laga baru berjalan 1 menit 43 detik. Gol pembuka dicetak oleh Miftahul Husen (10).
Keunggulan cepat tersebut membuat Pasuruan United tampil semakin percaya diri, sementara Persatu Tuban berupaya menata kembali organisasi permainan. Tekanan berlanjut hingga menit ke-32, ketika Pasuruan United menambah keunggulan melalui eksekusi penalti yang sukses diselesaikan oleh Rico Ardiansyah (9). Dominasi tim tamu pada babak pertama ditutup dengan gol ketiga oleh Ahmad Burhanudin (8) pada menit ke-44. Skor 3-0 bertahan hingga peluit tanda berakhirnya babak pertama.
Usai turun minum, Persatu Tuban mencoba bangkit dan meningkatkan intensitas serangan. Momentum sempat berubah ketika Pasuruan United harus bermain dengan 10 pemain akibat kartu merah yang diterima Dila Maulana (16) pada menit ke-61.
Unggul jumlah pemain, Persatu Tuban menguasai jalannya pertandingan dan terus menekan lini pertahanan lawan. Meski sejumlah peluang tercipta, solidnya barisan belakang Pasuruan United membuat upaya tuan rumah belum membuahkan hasil. Kesempatan terbaik hadir pada menit ke-90, saat Persatu Tuban mendapatkan penalti, namun eksekusi Rio (36) gagal dikonversi menjadi gol. Skor 3-0 tetap bertahan hingga pertandingan berakhir.
Kepala Pelatih Pasuruan United, Bio Paulin Pierre, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pemain. Ia menilai para pemain disiplin menjalankan instruksi dan menunjukkan perkembangan positif.
“Kami bersyukur atas hasil ini. Pemain bekerja sesuai arahan dan menunjukkan potensi yang sangat baik. Kami juga menghormati lawan, karena setiap pertandingan memiliki tantangan tersendiri. Semoga ke depan kami bisa melangkah hingga tingkat nasional,” ujar Bio.
Sementara itu, Pelatih Persatu Tuban, Slamet Sampurno, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Tuban atas hasil yang diraih timnya. Ia mengakui absennya sejumlah pemain inti memengaruhi performa tim.
“Gol di awal laga sangat memengaruhi kondisi psikologis pemain. Kami sudah menyiapkan strategi, namun pelaksanaannya tidak maksimal. Sekali lagi kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat Tuban,” ungkap Slamet.(den)


