Trans Jatim Luxury Jadi Strategi Ekspansi Transportasi Jatim

oleh -840 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Minat masyarakat terhadap layanan Trans Jawa Timur terus meningkat. Sepanjang 2025, jumlah penumpang tercatat menembus 8 juta orang. Capaian ini mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur menyiapkan strategi ekspansi koridor pada 2026.

Di tengah keterbatasan anggaran, Dishub Jatim memilih langkah alternatif dengan meluncurkan Trans Jatim Luxury, layanan bus premium non-subsidi yang diharapkan menjadi sumber pembiayaan baru untuk pengembangan jaringan tanpa membebani APBD.

Kepala Dishub Jatim Nyono menjelaskan, anggaran pengelolaan transportasi massal saat ini masih stagnan di kisaran Rp250 miliar untuk delapan koridor yang telah beroperasi. Karena itu, pihaknya menerapkan skema subsidi silang.

“Bus reguler tetap menjadi tulang punggung. Layanan luxury ini kami dorong agar ekspansi bisa berjalan lebih mandiri,” kata Nyono, Kamis (8/1).

Berbeda dengan bus reguler yang memungkinkan penumpang berdiri pada jam sibuk, Trans Jatim Luxury menerapkan sistem seluruh penumpang duduk, menyasar pekerja dan masyarakat kelas menengah yang mengutamakan kenyamanan.

“Semua duduk, tidak ada penumpang berdiri. Ini untuk pengguna yang butuh perjalanan lebih nyaman,” ujarnya.

Tarif layanan ini dipatok Rp30.000 untuk semua jarak. Meski lebih tinggi dari tarif reguler Rp5.000, Dishub menilai harga tersebut kompetitif, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi yang rutin bepergian antardaerah seperti Sidoarjo–Gresik.

Saat ini, 16 unit bus luxury telah beroperasi. Pada 2026, Dishub Jatim menargetkan penambahan delapan unit melalui kerja sama swasta murni tanpa subsidi pemerintah.

Strategi ini sekaligus diarahkan untuk memperluas jangkauan layanan. Dishub Jatim menyiapkan penambahan tiga koridor di Gerbangkertosusila, dua koridor di Malang Raya, serta masing-masing satu koridor di Kediri Raya, Jember, Madiun, Pamekasan, dan Bojonegoro.

“Dengan skema non-subsidi di koridor yang sudah mapan, jangkauan layanan bisa diperluas meski anggaran tetap,” tegas Nyono.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Alquran sebagai Referensi Akhlak Umat Islam

Trans Laut Jatim Masih Perawatan

Selain layanan darat, Dishub Jatim juga memantau operasional Trans Laut Jatim. Saat ini, armada kapal cepat masih menjalani perawatan rutin sehingga layanan sementara dihentikan.

Kapal cepat Trans Laut Jatim dijadwalkan kembali beroperasi akhir Januari 2026. Selama Surat Keputusan Gubernur terkait tarif baru belum terbit, tarif promo masih diberlakukan.

“Selama dasar hukumnya belum berubah, tarif promo tetap berlaku,” pungkas Nyono. (FRI)