KILASJATIM.COM, Gresik – Gresik United harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Persekabpas Pasuruan pada lanjutan kompetisi Liga 3 Nusantara yang digelar di Lapangan Pasiran, Surabaya, Kamis (8/1/2026). Hasil ini membuat peluang Laskar Joko Samudro untuk melaju ke fase berikutnya semakin menipis.
Gol tunggal Persekabpas dicetak oleh Muntasir melalui eksekusi penalti setelah salah satu pemain belakang Gresik United melakukan pelanggaran handsball di area terlarang. Pertandingan berlangsung dalam kondisi hujan deras yang mengguyur sepanjang laga, membuat permainan tidak berkembang maksimal dan berjalan cukup keras, sehingga memicu emosi para pemain di lapangan.
Pelatih Gresik United, Andik Ardiansyah, menilai timnya sebenarnya sudah memahami pola permainan lawan sejak awal pertandingan. Namun, kegagalan memanfaatkan peluang serta sejumlah keputusan wasit dinilai memengaruhi hasil akhir laga.
“Dari menit awal sampai babak pertama sebenarnya kita sudah paham cara main Persekabpas. Tapi di awal babak kedua kita kecolongan. Setelah itu kita coba berubah, hanya saja peluang yang ada tidak bisa dimaksimalkan,” ujar Andik.
Ia juga menyoroti kepemimpinan wasit yang dinilai kurang konsisten dan berdampak pada kondisi mental pemain. Menurutnya, beberapa pelanggaran yang dilakukan pemain lawan tidak mendapatkan sanksi sebagaimana mestinya.
“Ada beberapa momen yang seharusnya pelanggaran tapi tidak diberikan. Itu membuat pemain menjadi emosi. Akhirnya kita harus bermain dengan 10 orang,” katanya.
Meski peluang untuk lolos ke babak berikutnya semakin berat, Andik menegaskan timnya tidak akan menyerah. Ia memastikan Gresik United akan memaksimalkan empat pertandingan tersisa dengan target meraih kemenangan di setiap laga.
“Kami sudah tahu kekuatan dan kelemahan tim sendiri. Di empat pertandingan terakhir ini kami akan berusaha semaksimal mungkin, meminimalisir kesalahan, dan memanfaatkan kelebihan pemain. Targetnya tentu sapu bersih kemenangan,” tegasnya.
Sementara itu, pemain Gresik United, Wahyu Agong, menyoroti faktor cuaca yang turut memengaruhi jalannya pertandingan. Kondisi lapangan yang tergenang air membuat aliran bola tidak berjalan optimal, terutama saat timnya berupaya membangun serangan di babak pertama.
“Cuaca sangat berpengaruh. Di babak pertama kita lebih banyak menyerang, tapi bola sering macet karena banjir. Itu menyulitkan kami untuk memanfaatkan peluang, terutama lewat umpan-umpan terobosan karena bola sering berhenti,” jelas Wahyu.
Ia pun mengajak seluruh rekan setimnya untuk tetap fokus, menjaga mental, dan saling mendukung demi menghadapi sisa pertandingan.
“Kita akan saling support satu sama lain, menjaga mental satu sama lain. Yang terpenting sisa pertandingan harus kita jalani dengan baik dan memaksimalkan setiap poin yang ada,” tuturnya.
Kekalahan ini tidak mengubah posisi Gresik United yang tetap berada di peringkat kelima klasemen sementara dengan raihan 12 poin. Sementara itu, Persekabpas Pasuruan—yang dijuluki Laskar Sakera—menempati posisi kedua dengan koleksi 20 poin. Usai laga ini, Wahyu Agong dan rekan-rekan dijadwalkan kembali bertanding melawan Waanal Brothers pada 12 Januari 2026 mendatang.(den)




