Dampak Erupsi Berlanjut, Tanggap Darurat Semeru Diperpanjang Seminggu

oleh -606 Dilihat
oleh
(Foto: BNPB/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Lumajang – Status tanggap darurat bencana erupsi Gunung Semeru selama tujuh hari ke depan, mulai 26 November hingga 2 Desember 2025. Keputusan ini diambil karena dampak erupsi masih dirasakan warga dan penanganan di lapangan belum sepenuhnya selesai.

“Saya sudah menandatangani SK perpanjangan tanggap darurat selama sepekan,” ujar Bupati Lumajang Indah Amperawati dalam keterangannya yang dikutp, Kamis (27/11/2025).

Sebelumnya, masa tanggap darurat berlaku pada 19–25 November 2025. Pemkab memutuskan memperpanjang karena sejumlah wilayah masih berpotensi terdampak aliran lahar, terutama di sekitar Sungai Regoyo. Saat ini pemerintah terus melakukan penyudetan aliran sungai untuk mencegah luapan lahar ke permukiman.

Indah menjelaskan, perpanjangan ini merupakan langkah untuk memastikan seluruh penanganan darurat berjalan optimal. Pemerintah daerah, aparat, dan relawan terus bersinergi menangani dampak erupsi, termasuk evakuasi, penyediaan logistik, layanan kesehatan, hingga pemulihan sarana yang rusak.

“Ini bentuk komitmen pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana yang masih ada,” jelasnya.

Sejumlah infrastruktur di wilayah terdampak juga masih dalam proses pendataan dan perbaikan. Penyudetan sungai menjadi prioritas untuk mengurangi risiko banjir lahar susulan, terutama di kawasan permukiman padat.

Pemkab memastikan warga berada di zona aman. Sebagian mengungsi di lokasi penampungan yang disiapkan pemerintah, namun ada juga yang memilih tinggal di rumah keluarga. Warga disebut responsif mengikuti imbauan untuk mengungsi saat kondisi memburuk.

“Begitu diimbau mengungsi, mereka langsung bergerak. Sebagian besar menuju rumah kerabat,” kata Indah.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas lapangan. Pemerintah menjamin layanan darurat tetap berjalan, termasuk bantuan logistik, kesehatan, evakuasi, dan dukungan pemulihan infrastruktur.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Mari kita hadapi situasi ini dengan tenang dan saling mendukung,” pungkasnya.(cit)

Baca Juga :  Krisis Air Bersih, Lumajang Berlakukan Darurat Kekeringan hingga Oktober