Hilirisasi Kelapa Dongkrak Ekonomi, Unitomo–Halut Perkuat Kolaborasi

oleh -689 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) menggelar Diskusi Strategis bertema: Hilirisasi Kelapa Sebagai Role Model Penguatan Ekonomi Daerah. Acara ini menghadirkan Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua, Guru Besar Teknologi Pangan Prof. Fadjar K Hartati, serta Rektor Unitomo Prof. Siti Marwiyah. Diskusi menyoroti transformasi komoditas kelapa dari bahan mentah menjadi produk bernilai tambah ekspor serta multiplier effect yang dirasakan masyarakat.

Bupati Piet Hein Babua menegaskan pentingnya keberanian kebijakan untuk memastikan ketersediaan bahan baku bagi industri pengolahan. Ia menjelaskan bahwa Peraturan Daerah yang melarang ekspor kelapa mentah telah mendorong persaingan harga yang lebih baik di tingkat petani.
“Industri yang hadir di Halmahera Utara bukan sekadar menghasilkan produk ekspor, tapi memiliki multiplier effect yang luar biasa. Ada tenaga kerja yang tertampung dan persaingan harga yang akhirnya dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya.

Guru Besar Teknologi Pangan, Prof. Fadjar K Hartati, menyebut kelapa sebagai pohon kehidupan yang seluruh bagiannya bernilai ekonomi. Ia mengapresiasi langkah Halmahera Utara menahan ekspor bahan mentah sehingga mendorong industri turunan seperti coconut milk, santan bubuk, hingga Virgin Coconut Oil (VCO). “Kebijakan ini adalah langkah cerdas untuk menghentikan kerugian ekonomi akibat ekspor bahan mentah dan memaksa lahirnya inovasi pangan,” kata Prof. Fadjar.

Rektor Unitomo, Prof. Siti Marwiyah, menegaskan kesiapan kampus untuk mendukung riset dan pengembangan SDM bagi agenda hilirisasi. “Kami siap terlibat, termasuk melalui program pengabdian dan KKN Tematik yang bersinergi dengan kebutuhan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara,” ujarnya.

Acara ditutup dengan penandatanganan MoU dan MoA antara Unitomo dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara beserta jajaran dinas terkait, menandai komitmen bersama menjadikan hilirisasi kelapa sebagai agenda pembangunan berkelanjutan.(tok)

No More Posts Available.

No more pages to load.