Danantara Targetkan Pangkas Jumlah BUMN Jadi 200 Perusahaan

oleh -1306 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 1.000 perusahaan BUMN, mulai dari induk usaha, anak usaha, hingga cucu perusahaan. Namun, separuh dari total perusahaan negara tersebut masih tercatat merugi. Kondisi itu dinilai menjadi alasan perlunya konsolidasi besar-besaran di tubuh BUMN untuk menciptakan kinerja yang lebih sehat dan efisien.

Managing Director Non-Financial Holding Operasional Danantara, Febriany Eddy, menyebutkan banyak anak perusahaan BUMN yang menjalankan bisnis tumpang-tindih sehingga menggerus profitabilitas. Ia mencontohkan sektor telekomunikasi, di mana pekerjaan dengan tingkat kesulitan rendah dapat dikerjakan oleh empat hingga lima perusahaan sekaligus. Akibatnya, margin keuntungan hilang karena saling berebut proyek.

Febriany menegaskan bahwa Danantara saat ini berfokus merampingkan jumlah perusahaan BUMN dari sekitar 1.000 menjadi hanya 200 perusahaan. Langkah eliminasi akan diarahkan kepada unit-unit usaha yang dinilai tidak lagi memberikan manfaat atau dibentuk berdasarkan keputusan masa lalu yang tidak relevan dengan kebutuhan hari ini.

Tujuan utama perampingan tersebut adalah menghindari persaingan tidak sehat antarperusahaan negara. Febriany mencontohkan BUMN Karya yang kerap berebut tender pada proyek yang sama hingga menurunkan harga serendah mungkin demi mendapatkan pekerjaan, meskipun berdampak pada hilangnya margin keuntungan.

Ia menilai praktik saling kanibal seperti itu tidak hanya membuat BUMN kurang efisien, tetapi juga menghambat penciptaan nilai bagi negara dan masyarakat. Melalui restrukturisasi dan konsolidasi, Danantara berharap BUMN dapat fokus pada bisnis inti dan memberikan kontribusi ekonomi yang lebih kuat.(den)

Baca Juga :  BUMN Buka 100 Ribu Kuota Mudik Gratis 2026

No More Posts Available.

No more pages to load.