390 Ribu Siswa Jatim Ikuti Tes Kompetensi Akademik, Khofifah: Bukan Penentu Kelulusan

oleh -551 Dilihat
oleh
Khofifah meninjau kesiapan teknis TKA di SMAN 6 Surabaya. (foto: Humas/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pelaksanaan hari pertama Tes Kompetensi Akademik (TKA) di SMAN 6 Surabaya mendapat atensi dari Gubernur Khofifah Indar Parawansah yang ingin memastikan kesiapan sarana dan prasarana agar tidak mengganggu siswa serta memberikan dukungan mental an spiritual.

Khofifah menekankan pentingnya kesiapan teknis, khususnya pasokan listrik dan kestabilan jaringan selama ujian berbasis komputer berlangsung.

“Hal-hal teknis seperti listrik dan jaringan harus benar-benar aman. Saya tidak ingin ada anak yang tiba-tiba ‘blank spot’ saat mengerjakan soal karena itu bisa membuat mereka panik,” tegasnya disela kunjunan, Senin (3/11/2025).

Selain kesiapan teknis, Khofifah menilai dukungan mental dan spiritual juga berperan besar. “Sebagian anak mungkin grogi, tapi saya percaya mayoritas siap dan percaya diri. Mari doakan agar tradisi prestasi siswa Jawa Timur tetap terjaga,” tuturnya.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu menambahkan, dalam enam tahun terakhir — sejak 2020 hingga 2025 — siswa SMA Jawa Timur konsisten mencatat tingkat keterimaan tertinggi di perguruan tinggi negeri se-Indonesia.

TKA tahun ini diikuti 390.186 siswa dari 4.323 satuan pendidikan di Jawa Timur, termasuk peserta program Paket C. Tes digelar secara serentak dengan dua jenis mata pelajaran: wajib dan pilihan.

“Tes ini bukan penentu kelulusan, tetapi menjadi standar penting untuk seleksi masuk perguruan tinggi, terutama jalur prestasi,” ujar Khofifah. “Bagi mahasiswa yang diterima tanpa tes, hasil TKA akan menjadi salah satu indikator kelayakan mereka.” ungkap mantan Mentri Sosial ini.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, TKA dirancang untuk mengukur kemampuan akademik siswa secara objektif, bukan hanya berdasarkan nilai rapor.

“Selama ini prestasi siswa sering dinilai dari rapor, padahal itu belum tentu menggambarkan kemampuan sebenarnya. Melalui TKA, kita bisa mendapatkan gambaran riil kompetensi akademik mereka,” ujar Aries.

Baca Juga :  Jam Malam Bagi Pelajar, Dinas Pendidikan: Tetap Beri Ruang Diluar Jam Sekolah Dengan Pengawasan Orang Tua

Menurutnya, hasil TKA juga akan menjadi dasar untuk memetakan kualitas pendidikan di tiap daerah. “Dari data ini kita bisa tahu daerah mana yang perlu penguatan dan bagaimana strategi meningkatkan kualitas pembelajaran,” tambahnya.

Menanggapi petisi penolakan TKA yang sempat muncul di masyarakat, Aries menyebut hal itu sebagai bagian dari dinamika kebijakan baru. “Pro dan kontra itu wajar. Kami sudah melakukan gladi dan simulasi berkali-kali, dan secara umum sekolah-sekolah menyambut baik pelaksanaannya,” tegasnya.(FRI)