KILASJATIM.COM, Surabaya – Banyaknya genangan air di beberapa titik saat hujan deras pada Rabu (29/10) lalu disebabkan dua mesin pompa milik Pemkot Surabaya jebol akibat sampah perabotan kursi yang dibuang ke sungai.
Kondisi ini membuat Wali Kota Eri Cahyadi menyesalkan aksi buang sampah warga Surabaya yang masih belum sadar lingkungan serta merugikan pemerintahan yang dipimpinnya.
“Pompa di Kalisari jebol karena ketabrak kursi. Rumah pompa Dharmahusada itu salurannya mengarah ke Kalisari, jadi begitu tersumbat, air meluap,” ungkap Eri dengan nada menyesal, Jumat (31/10/2025).
Meski genangan air cepat surut dalam waktu sekitar 30 menit, Eri menegaskan perlunya antisipasi dan kedisiplinan warga untuk tidak membuang sampah sembarangan.
“Harganya mahal rumah pompa itu. Kalau masih ada yang buang perabotan ke sungai, dampaknya dirasakan semua warga,” ujarnya dengan nada geram.
Eri juga memperingatkan bahwa bila hujan deras kembali turun, potensi genangan di sepanjang Dharmahusada hingga Kalisari masih tinggi. Ia menyebut sistem sudah bekerja baik, tetapi akan terganggu jika aliran sungai tersumbat sampah besar.
Ia memastikan proyek pengendalian banjir tetap berjalan di sejumlah kawasan, meski belum bisa mencakup seluruh titik karena keterbatasan anggaran.
“Pengerjaan di Karang Menjangan masih berlangsung. Tahun depan kami lanjutkan ke wilayah utara dan timur sesuai RPJMD,” kata Eri.
Sebelumnya, BPBD Surabaya mencatat sedikitnya delapan titik genangan akibat hujan deras pada Rabu sore. Namun seluruhnya surut dalam waktu sekitar setengah jam setelah pompa kembali berfungsi.(cit)
