KILASJATIM.COM, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan melalui Program Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa). Tahun 2025 ini, sebanyak 144 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Bondowoso menerima bantuan usaha produktif dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan penyerahan bantuan berlangsung di Kecamatan Wringin, dihadiri oleh Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur atau yang mewakili, Kepala DPMD Kabupaten Bondowoso, Camat Wringin beserta jajaran Forkopimcam, Kepala Desa Wringin, serta para penerima manfaat program.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terlaksananya program yang dinilai mampu mendorong kemandirian dan kesejahteraan perempuan di pedesaan.
“Program Jatim Puspa bukan sekadar bantuan sosial, tetapi merupakan investasi pemberdayaan perempuan. Melalui program ini, kita menanamkan semangat kemandirian, kerja keras, dan gotong royong agar perempuan Bondowoso semakin berdaya dan produktif,” ujar As’ad.Kamis 30/10/2025
Wabup As’ad menjelaskan, penerima bantuan tersebar di tiga desa, yakni Desa Wringin, Kecamatan Wringin (60 KPM), Desa Mandiro, Kecamatan Tegalampel (60 KPM), dan Desa Paguan, Kecamatan Taman Krocok (24 KPM).
Masing-masing KPM memperoleh bantuan berupa barang senilai Rp2,5 juta yang diarahkan untuk penguatan ketahanan pangan rumah tangga dan pengembangan usaha produktif.
Lebih lanjut, As’ad berpesan agar bantuan ini tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sesaat, tetapi dijadikan modal usaha yang berkelanjutan dan dikelola dengan bijak.
“Manfaatkan bantuan ini untuk berusaha, berinovasi, dan belajar bersama. Karena keberhasilan program ini sangat bergantung pada kemauan dan kesungguhan kita untuk maju bersama,” imbuhnya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen terus mendukung setiap program yang berpihak pada perempuan dan ekonomi kerakyatan.

“Kami yakin, ketika perempuan berdaya, maka keluarga akan sejahtera. Perempuan tangguh adalah pilar utama kemajuan daerah,” tegasnya.
Melalui program Jatim Puspa, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap dapat memperkuat peran perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga sekaligus penjaga ketahanan pangan di desa.
Program ini juga sejalan dengan visi “Bondowoso Berkah”, yakni mewujudkan masyarakat yang berdaya, mandiri, dan sejahtera melalui semangat gotong royong.
“Mari jadikan Jatim Puspa sebagai gerakan bersama untuk perempuan-perempuan Bondowoso yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing,” tutup Wakil Bupati As’ad Yahya Syafi’i.(wan)
