Tragedi Bangunan Ponpes Roboh Terjadi Lagi, Wagub Emil Minta Masyarakat Tunggu Data Akurat

oleh -307 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ambruknya bangunan asrama putri di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jailani, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, pada Rabu (29/10/2025) pagi. Peristiwa tragis tersebut menewaskan satu santriwati dan melukai belasan lainnya.

“Pertama, kami menyampaikan turut berduka atas adanya korban meninggal dunia dari peristiwa di Situbondo. Namun kita juga perlu mendapat informasi yang valid mengenai apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Emil saat ditemui gedung Grahadi Surabaya, Rabu (29/10/2025).

Emil menegaskan pentingnya menunggu informasi yang akurat sebelum menyimpulkan penyebab kejadian. Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Bupati Situbondo untuk memastikan keterangan resmi dari pemerintah daerah setempat.

Menurut informasi awal, insiden tersebut diduga dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem yang melanda kawasan Situbondo dan sekitarnya. “Kami melihat pemberitaan yang beredar belum sepenuhnya menggambarkan situasi di lapangan. Karena itu, kami menunggu hasil klarifikasi resmi,” tambah Emil.

Emil juga menyinggung bahwa fenomena cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di Situbondo, tetapi juga di sejumlah wilayah Jawa Timur. “Di Ponorogo, misalnya, beberapa rumah mengalami kerusakan akibat angin kencang. Namun apakah kejadiannya sama seperti di Situbondo, kami masih menunggu klarifikasi lebih lanjut,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Emil, siap memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Kabupaten Situbondo, baik dalam penanganan korban maupun rehabilitasi bangunan pesantren. “Sekali lagi kami menyampaikan duka cita yang mendalam bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan. Semoga para korban luka segera pulih dan kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Berdasarkan data sementara, satu korban meninggal dunia adalah santriwati bernama Putri (12), warga Dusun Rawan, Desa Besuki. Selain itu, terdapat 19 santriwati lainnya yang mengalami luka-luka. Dari jumlah itu, enam orang dirawat di Puskesmas Besuki, empat orang di RSUD Besuki, satu orang di RSIA Jatimned, sedangkan sisanya mengalami luka ringan.

Baca Juga :  Jemaah Haji Asal Sidoarjo Wafat dalam Perjalanan ke Madinah

Pengasuh Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Jailani, Kiai Hasan, membenarkan jumlah korban yang mencapai 19 orang. “Ini musibah, kami berduka. Dari 19 santri yang berada di lokasi kejadian, satu orang meninggal dunia, empat dirawat di rumah sakit, dan sisanya luka ringan,” ungkapnya.

Sementara aparat kepolisian bersama pemerintah daerah masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti ambruknya bangunan. Dugaan sementara, cuaca buruk dan faktor struktural bangunan menjadi pemicu utama insiden tersebut. (FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.