Pertamina Imbau Warga Laporkan Jika Alami Kendaraan “Mbrebet” Usai Isi Pertalite

oleh -491 Dilihat
oleh
Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada awal Mei 2026
Ilustrasi (Foto dok kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menanggapi keluhan sejumlah warga terkait kendaraan yang tiba-tiba “mbrebet” atau mogok setelah mengisi BBM jenis Pertalite.

Pertamina meminta masyarakat yang mengalami hal serupa untuk segera membuat laporan agar bisa dilakukan identifikasi penyebab secara langsung.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menggunakan BBM secara bijak. Seluruh produk Pertamina telah melalui proses pengawasan ketat, mulai dari terminal pengirim hingga lembaga penyalur resmi,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, dalam keterangan tertulis, Selasa (28/10/2025).

Ahad menjelaskan, Pertamina telah membuka posko layanan pengaduan konsumen untuk menampung setiap laporan terkait dugaan masalah pada bahan bakar.

Masyarakat dapat menyampaikan keluhan melalui SPBU tempat pembelian BBM terakhir, atau menghubungi Pertamina Contact Center 135, email pcc135@pertamina.com
, maupun pesan langsung (DM) ke akun Instagram @pertamina.135.

“Kami berkomitmen menindaklanjuti setiap laporan dengan cepat dan sesuai prosedur. Keselamatan dan kepercayaan pelanggan menjadi prioritas utama kami,” tegas Ahad.

Sebelumnya, keluhan muncul dari sejumlah pengendara di Surabaya dan Lamongan yang mengalami gangguan mesin usai mengisi Pertalite.

Salah satunya Marzuki (35), warga Menur, Surabaya, yang mengaku motornya mendadak “mbrebet” setelah mengisi BBM di SPBU kawasan Nginden.

“Pagi ini saya isi Pertalite, tapi motor langsung mbrebet. Sudah servis dan ganti busi juga, tapi malah makin parah,” kata Marzuki.

Ia mengaku sementara waktu berhenti menggunakan Pertalite dan memilih beralih ke Pertamax untuk kendaraan lainnya.

“Mobil saya pakai Pertamax, sejauh ini aman. Takutnya kalau isi Pertalite malah rusak, biayanya bisa besar,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Rp1,5 Triliun Serap Gula Petani, Mentan Tegaskan Larangan Rembesan Rafinasi

Kasus serupa juga dilaporkan beberapa pengemudi ojek online di Lamongan. Mereka mengeluhkan motor tiba-tiba kehilangan tenaga dan mati usai mengisi Pertalite, menimbulkan dugaan penurunan kualitas BBM yang beredar di wilayah tersebut.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.