Mahasiswa PCU Rayakan Sumpah Pemuda Lewat Batik AI Future Code

oleh -144 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Dalam semangat Sumpah Pemuda dan peringatan Bulan Batik Oktober, Petra Christian University (PCU) menggelar kegiatan bertajuk “Sumpah Pemuda: Refleksi Cinta Tanah Air Melalui Batik AI Future Code” di Perpustakaan Gedung Radius Prawiro lantai 6, Senin (27/10/2025). Kegiatan ini tidak hanya menampilkan kreativitas mahasiswa melalui teknologi kecerdasan buatan (AI), tetapi juga menjadi bagian dari pameran Memetik Pucuk Batik yang telah berlangsung sejak awal Oktober.

Kepala Perpustakaan PCU, Dian Wulandari, S.IIP., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya menghubungkan warisan budaya dengan inovasi teknologi masa kini. “Kami mendefinisikan ‘Batik AI Future Code’ sebagai jembatan antara masa lalu dan masa depan, di mana generasi muda menggunakan AI untuk menciptakan motif batik yang relevan. Ini selaras dengan filosofi pameran ‘Memetik Pucuk Batik’ yang melambangkan semangat memanen warisan nenek moyang dan menumbuhkan tunas inovasi baru agar batik tetap abadi,” terang Dian.

Pameran ini berkolaborasi dengan dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) PCU, Dr. Aniendya Christianna, S.Sn., M.Med.Kom., yang ingin mengajak generasi muda mengekspresikan cinta tanah air melalui karya kreatif berbasis teknologi. “Pameran ini bukan hanya selebrasi atas kekayaan batik Indonesia, tetapi juga wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penelitian, pengabdian, dan pengajaran ilmu pengetahuan oleh dosen dan mahasiswa lintas disiplin,” papar Dr. Aniendya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak berpartisipasi langsung menciptakan motif batik kontemporer dengan memanfaatkan AI. Mereka menggunakan template prompt yang disediakan untuk mengolah inspirasi seputar nilai-nilai Sumpah Pemuda, seperti Pancasila, Bendera Merah Putih, dan tokoh nasional W.R. Supratman. “Semoga dengan kegiatan ini, generasi penerus tetap mengenang jasa pahlawan sekaligus menghargai budaya lewat cara yang kreatif, imajinatif, dan menyenangkan,” tambah Dr. Aniendya.

Baca Juga :  Telkom University Kampus Surabaya Gelar Workshop Digital Marketing Sasar UMKM Bubutan

Selain karya mahasiswa, pameran Memetik Pucuk Batik juga menampilkan dua karakter batik yang kontras namun saling melengkapi, yaitu Batik Dolly dan Batik Belanda. Batik Dolly menonjolkan warna ungu berani dengan motif urban yang mengekspresikan perubahan stigma menjadi kekuatan seni, sementara Batik Belanda menghadirkan motif flora, fauna, dan elemen sejarah hasil persilangan budaya Indonesia Belanda.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata semangat Sumpah Pemuda 2025, mengajak generasi muda untuk mencintai budaya bangsa lewat inovasi dan teknologi yang berpadu dalam sehelai kain batik.(tok)