Pemprov Jatim dan Rusia Jajaki Kerja Sama Strategis di Bidang Maritim, Industri, dan Pendidikan

oleh -528 Dilihat
oleh
(Foto: Frizal/kilasjatim)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menjajaki peluang kerja sama strategis dengan Federasi Rusia di berbagai sektor, mulai dari maritim, industri perkapalan, transportasi laut, pengembangan pelabuhan, hingga pendidikan dan riset teknologi.

Penjajakan itu dibahas dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (21/10/2025).

Dalam sambutannya, Dubes Rusia Sergei Tolchenov menyebut Jawa Timur memiliki potensi besar dalam sektor maritim dan industri. Karena itu, Rusia melihat peluang untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan pendidikan dengan provinsi ini.

“Kami melihat peluang besar di bidang maritim, pembangunan kapal, aktivitas pelabuhan, dan juga pendidikan,” ujar Tolchenov.

Ia menambahkan, kerja sama pendidikan menjadi fokus utama. Saat ini, Universitas Teknologi Tomsk dan Sekolah Tinggi Ekonomi St. Petersburg telah menjalin kemitraan dengan universitas di Surabaya. Rusia berharap kolaborasi tersebut bisa diperluas, termasuk pertukaran pelajar dan riset bersama.

“Kami berharap semakin banyak pelajar Surabaya yang dapat belajar di Rusia, dan sebaliknya,” imbuhnya.

Tolchenov juga mengungkapkan bahwa delegasi yang lebih besar dari Rusia akan kembali berkunjung ke Jawa Timur pada November mendatang untuk membahas langkah konkret dari kerja sama ini.

Gubernur Khofifah menyambut positif langkah ini. Menurutnya, Jawa Timur memiliki posisi penting dalam peta poros maritim nasional, dengan 21 dari 39 poros maritim Indonesia berada di wilayahnya.

“Kerja sama di bidang maritim dan perkapalan dengan Rusia sangat strategis, apalagi Jatim menjadi pusat industri perkapalan nasional, tempat PT PAL dan Pelindo berada,” kata Khofifah.

Ia menilai kolaborasi ini dapat memperkuat posisi Jawa Timur sebagai simpul logistik nasional sekaligus membuka peluang transfer teknologi di bidang perkapalan dan kelautan.

Baca Juga :  Merespon Kebijakan PPKM Darurat TPID Jatim  Antisipasi  Inflasi dengan Monitor Ketersediaan Pasokan Komoditas 

Dalam pertemuan itu, Khofifah juga memaparkan rencana pengembangan Pelabuhan Probolinggo menjadi pelabuhan bertaraf internasional. Pelabuhan tersebut memiliki potensi besar karena letaknya strategis dan terlindung secara alami oleh gugusan Pulau Madura yang berfungsi sebagai breakwater.

“Dengan dukungan mitra internasional seperti Rusia, Pelabuhan Probolinggo bisa dikembangkan lebih cepat. Ini akan membantu mengurangi beban di Tanjung Perak dan Tanjung Priok,” jelasnya.

Selain sektor maritim, bidang pendidikan juga menjadi fokus pembahasan. Khofifah menegaskan pentingnya peningkatan akses pendidikan dan pelatihan luar negeri untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Jawa Timur.

“Fakultas perkapalan ITS sudah lama bermitra dengan universitas di Rusia. Kami berharap ada tambahan program beasiswa dan magang agar anak-anak muda Jatim bisa belajar teknologi maritim modern di sana,” ujarnya.

Ia menilai, pengalaman belajar dan riset di luar negeri akan menjadi modal penting bagi generasi muda Jawa Timur dalam memperkuat industri lokal dan daya saing global.

Sebagai tindak lanjut, pada 5 November 2025 mendatang, delegasi besar dari Federasi Rusia dijadwalkan kembali ke Jawa Timur untuk membahas kerja sama konkret di sejumlah sektor prioritas.

“Kerja sama ini bukan hanya tentang ekonomi dan industri, tapi juga tentang membangun masa depan SDM Jawa Timur yang unggul dan berdaya saing global,” pungkas Khofifah.

Pertemuan ini menandai langkah awal menuju kemitraan strategis antara Jawa Timur dan Rusia yang diharapkan mampu memperkuat hubungan bilateral, membuka peluang investasi, serta mempercepat penguasaan teknologi di sektor maritim dan pendidikan.(FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.