KILASJATIM.COM, Surabaya – Kasus kebakaran di Kota Surabaya meningkat tajam sepanjang September 2025. Untuk mengantisipasi lonjakan itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP)mempercepat waktu tanggap (response time) menjadi 6,5 menit dari sebelumnya 7 menit.
Kepala DPKP Surabaya, Laksita Rini Sevriani, mengatakan percepatan waktu tanggap ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan petugas dan meminimalkan risiko kebakaran.
“Response time kami kini 6,5 menit untuk tiba di lokasi kejadian. Ini percepatan dari standar 7 menit, agar risiko korban jiwa dan kerugian material bisa ditekan,” ujar Laksita dalam keterangannya, Kamis (9/10/2025).
Lonjakan kasus kebakaran pada September dipengaruhi puncak musim panas ekstrem dan kelalaian warga, terutama dalam instalasi kelistrikan dan penggunaan alat rumah tangga.
Laksita menegaskan pentingnya instalasi listrik yang aman dan sesuai standar, mengingat banyak kasus dipicu oleh korsleting.
“Jangan menumpuk sekring atau memakai kabel kecil untuk beban besar. Sekarang hampir semua rumah punya AC, dispenser, dan TV. Kalau kabelnya tidak sesuai, risikonya tinggi,” tegasnya.
Untuk pencegahan jangka panjang, DPKP Surabaya akan memperluas sosialisasi dan simulasi kebakaran mulai dari tingkat PAUD hingga PKK. Edukasi dini diharapkan menumbuhkan budaya tanggap darurat di lingkungan warga.
“Warga diimbau berusaha memadamkan api dalam tiga menit pertama. Jika tidak terkendali, segera hubungi 112 untuk penanganan darurat,” pungkasnya.(cit)




