Harga Cabai Meroket di Jatim, Ayam Ras dan Telur Kampung Justru Turun

oleh -1035 Dilihat
oleh
(Foto: Ilustrasi-dok/kilasjatim.com)

KILASJATIM.COM, Surabaya – Harga kebutuhan pokok di Jawa Timur kembali mengalami perubahan pada Senin (6/10/2025). Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jatim, sejumlah komoditas penting mencatat kenaikan, sementara lainnya justru turun.

Gas elpiji 3 kilogram naik Rp 331 menjadi Rp 20.042, atau meningkat 1,68 persen. Cabai juga mengalami lonjakan harga, dengan cabai merah keriting naik paling tinggi sebesar Rp 2.917 atau 6,53 persen menjadi Rp 47.560 per kilogram. Cabai merah besar naik Rp 1.281 (2,93 persen) menjadi Rp 45.009/kg, dan cabai rawit merah naik Rp 547 (1,79 persen) menjadi Rp 31.135/kg.

Sebaliknya, harga daging ayam ras turun Rp 1.125 (3,10 persen) menjadi Rp 35.142/kg. Telur ayam kampung juga turun Rp 1.742 (3,75 persen) menjadi Rp 44.772/kg. Komoditas lainnya relatif stabil tanpa perubahan berarti.

Beberapa bahan pokok tetap bertahan pada harga sebelumnya. Beras premium masih di kisaran Rp 15.121/kg, beras medium Rp 12.954/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp 17.339/liter, serta bawang putih Rp 29.884/kg. Stabilitas ini memberi sedikit ruang lega di tengah fluktuasi harga pangan.

Rincian Harga Bahan Pokok 6 Oktober 2025 (per kilogram/liter/karton):

  • Beras Premium: Rp 15.121
  • Beras Medium: Rp 12.954
  • Gula Kristal Putih: Rp 16.294
  • Minyak Goreng Curah: Rp 18.513
  • Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp 20.496
  • Minyak Goreng Sederhana: Rp 17.339
  • Minyak Goreng Minyakita: Rp 16.422
  • Daging Sapi Paha Belakang: Rp 119.022
  • Daging Ayam Ras: Rp 35.142
  • Daging Ayam Kampung: Rp 68.927
  • Telur Ayam Ras: Rp 27.807
  • Telur Ayam Kampung: Rp 44.772
  • Cabai Merah Keriting: Rp 47.560
  • Cabai Merah Besar: Rp 45.009
  • Cabai Rawit Merah: Rp 31.135
  • Bawang Merah: Rp 32.463
  • Bawang Putih: Rp 29.884
  • Garam Halus: Rp 9.369
  • Gas Elpiji 3 Kg: Rp 20.042
Baca Juga :  Harga Emas Antam Naik Rp12 Ribu, Tembus Rp2,105 Juta per Gram

Fluktuasi harga sembako menjadi perhatian penting bagi masyarakat, terutama rumah tangga dengan pengeluaran harian yang ketat. Pemantauan harga melalui Siskaperbapo diharapkan dapat membantu warga mengatur belanja agar tidak terbebani lonjakan biaya mendadak.

Bagi pemerintah daerah, data harga sembako juga berfungsi sebagai bahan evaluasi kebijakan stabilisasi pangan, khususnya menjelang periode konsumsi tinggi atau saat terjadi gejolak pasokan.(cit)