KILASJATIM.COM, Sidoarjo – Tim SAR gabungan kembali berhasil mengevakuasi santri yang tertimbun reruntuhan mushola Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Rabu (1/10/2025). Dari empat korban yang berhasil dikeluarkan hingga petang, tiga dalam kondisi selamat dan satu santri meninggal dunia.
Salah satu korban selamat adalah Selendra Haikal Raka Aditya (13), santri asal Probolinggo yang sempat viral karena percakapan harunya dengan petugas penyelamat. Haikal ditemukan dalam kondisi sadar meski kakinya mengalami mati rasa akibat terjepit beton. Ia kini menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan kedua korban pertama dievakuasi dari sektor A1 atau bagian depan mushola yang runtuh.
“Alhamdulillah dua korban berhasil dievakuasi, satu selamat dan satu lagi meninggal dunia. Korban selamat langsung kami serahkan ke tim medis,” ujarnya.
Tak lama kemudian, dua santri lain berhasil dikeluarkan dari puing-puing. Mereka ditemukan dalam kondisi lemah karena terlalu lama terjebak, namun selamat. Para korban segera dilarikan ke RSUD Sidoarjo untuk mendapat perawatan.
Seorang relawan menuturkan, proses evakuasi berlangsung sangat sulit karena banyaknya reruntuhan dan akses yang terbatas.
“Korban terakhir baru bisa kami keluarkan sekitar pukul 19.30 WIB. Alhamdulillah mereka masih bisa diselamatkan meski dalam kondisi lemas dan terluka,” ujarnya.
Adapun identitas tiga korban selamat yang sudah terkonfirmasi adalah:
1. Selendra Haikal Raka Aditya (13), asal Probolinggo – mengalami mati rasa pada kaki.
2. Muchammad Wahyudi (13), asal Surabaya – mengalami luka sedang.
3. Alfatih Cakra Buana (14), asal Bangkalan – mengalami lecet di punggung dan pantat.
Sementara itu, korban meninggal dunia langsung dibawa ke Rumah Sakit Islam Siti Hajar Sidoarjo.
Hingga Rabu malam, Tim SAR mencatat sudah enam santri berhasil dievakuasi sejak mushola ponpes ambruk pada Senin (29/9). Dari jumlah itu, dua di antaranya meninggal dunia. Sekitar 60 santri lainnya masih diduga tertimbun reruntuhan.
Puluhan petugas SAR, relawan, dan tenaga medis masih berjibaku di lokasi. Sejumlah ambulans disiagakan untuk mempercepat penanganan jika ada korban tambahan yang ditemukan.
Musibah ini meninggalkan duka mendalam, namun upaya penyelamatan yang terus dilakukan memberi secercah harapan bagi keluarga santri yang hingga kini menanti kabar dari anak-anak mereka. (cit)
