Jaka Desak KPK Tetapkan Khofifah Tersangka Kasus Hibah Jatim

oleh -1213 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Surabaya – Puluhan orang yang tergabung dalam Jaringan Kawal (JaKa) Jawa Timur mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menetapkan Gubernur Khofifah Indar Parawansa sebagai tersangka kasus korupsi dana hibah yang sudah menyerat 21 tersangka, 4 diantaranya penyelenggara negara.

Desakan ini diungkapkan massa JaKa saat melakukan aksi demo di depan Gedung Negara Grahadi, Selasa (23/9/2025).

“Peran Gubernur Jatim dalam hal ini Khofifah sudah jelas selaku Kuasa Pengguna Anggaran yang jelas dan pasti mengetahui terkait permainan dana hibah tersebut. Ditambah secara regulasi dana hibah tidak mungkin cair tanpa ada Surat Keputusan (SK) Gubernur dan tanda tangan,” ujar korlap aksi, Musfiq saat melakukan orasi.

Massa saat melakukan demo di depan Gedung Grahadi yang mendesak KPK segera menjadikan Gubernur Khofifah sebagai tersangka. (Foto: Istimewa)

Selain melakukan orasi mereka juga membawa spanduk bergambar wajah Khofifah disertai tulisan ‘ Tetapkan Gubernur Jatim Sebagai Tersangka, KPK Tidak Boleh Ciut Terhadap Koruptor’.

Tak hanya itu, peserta aksi juga membawa poster bergambar para tersangka kasus korupsi dana hibah. Bahkan foto Khofifah juga ikut dibawa yang dibawahnya diberi tulisan ‘Tetapkan Tersangka.

Selain menuntut KPK untuk menetapkan Khofifah sebagai tersangka, JaKa Jatim juga mempunyai 5 tuntutan lainnya diantaranya.

1. KPK tidak boleh berpihak kepada siapapun yang terlibat korupsi di Jatim
2. Usut tuntas dugaan penerimaan fee 50% atas nama dana hibah Gubernur Jatim yang mengalir di Lembaga, Pondok pesantren serta Masjid.
3.KPK Jangan hanya otak-atik kasus dana hibah pokir anggota DPRD saja, Hibah Gubernur lebih besar.
4. KPK harus peka dalam kasus ini. Korupsi di Jatim tidak akan tuntas jika kepalanya masih utuh.

Usai melakukan orasi sambil membawa spanduk serta foto para tersangka serta foto Khofifah untuk dijadikan tersangka, massa akhirnya membubarkan diri.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.