Puncak Sedekah Bumi Dukuh Karangan Meriah Meski Tanpa Kehadiran Wali Kota

oleh -825 Dilihat
oleh
Oplus_131072

KILASJATIM.COM, Surabaya – Tradisi Sedekah Bumi di Dukuh Karangan, Surabaya, kembali digelar dengan meriah. Ribuan warga memadati area panggung hingga larut malam, menikmati pertunjukan ludruk, lawakan Cak Kartolo, Cak Jadi Galajapo, hingga penampilan Ludruk Citra Baru. Namun, di balik suasana semarak itu, terselip rasa kecewa lantaran Wali Kota Surabaya tak hadir dalam rangkaian acara tahunan tersebut.

“Surat undangan sudah kami kirim sejak sebulan lalu, juga lewat asisten pribadinya. Warga sebenarnya berharap beliau datang, tapi sampai acara berakhir tidak ada kabar,” ujar Kusnan, ketua panitia.

Sedekah Bumi Dukuh Karangan berlangsung sejak 14 September 2025 dengan karnaval budaya, dilanjutkan pengajian umum pada 18 September, pagelaran wayang kulit pada 19 September, dan ditutup pada 20 September dengan pementasan ludruk dan lawakan.

Beberapa pejabat sempat hadir mewakili pemerintah. Camat Wiyung datang saat pagelaran wayang, sementara penutupan hanya dihadiri Kepala Dinas Disporapar, Budi Hidayat Syah, yang hadir sebentar setelah menghadiri acara lain. Lurah Babatan juga sempat singgah, meski tak lama karena sedang dalam masa berkabung.

Ketiadaan Wali Kota di acara budaya ini menimbulkan sorotan. Seorang tokoh masyarakat menilai, absennya pejabat seakan menunjukkan prioritas yang keliru.

“Ini bukan soal sibuk atau tidak. Hampir semua pejabat sibuk, tapi kalau mau, pasti bisa mengirimkan perwakilan. Kadang mereka lebih sibuk dengan proyek, selfie di luar negeri, atau memastikan kegiatannya viral di media sosial. Sementara rakyat tetap setia menjaga budaya luhur tanpa pamrih,” katanya.

Meski tanpa kehadiran pejabat, warga menilai Sedekah Bumi justru semakin murni sebagai inisiatif rakyat. Tidak ada protokoler panjang, sambutan seremonial, atau agenda politik. Hanya tawa warga yang larut dalam pertunjukan, dan doa syukur yang dipanjatkan untuk bumi.

Baca Juga :  Jelang Iduladha, Wali Kota Eri Cahyadi Larang Plastik dan Cuci Jeroan di Sungai

“Sedekah Bumi ini bukan soal siapa yang hadir di panggung pejabat, tapi bagaimana rakyat menjaga warisan budaya. Politik bisa absen, tapi budaya selalu hadir,” tegas Kusnan.(cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.