KILASJATIM.COM, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka peluang kerja sama strategis dengan New Zealand, terutama di sektor energi panas bumi (geothermal), pertanian, dan pendidikan. Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara Duta Besar New Zealand untuk Indonesia, Phillip Taula, dengan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (15/9/2025).
Taula menegaskan, New Zealand memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan energi terbarukan dan pertanian modern. “Jawa Timur punya potensi besar di geothermal dan sektor dairy. Kami percaya pengalaman New Zealand dapat mendukung pengembangannya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya program pertukaran pendidikan sebagai pintu masuk kerja sama. Selama ini, sebagian besar kolaborasi New Zealand di Indonesia masih terfokus di provinsi lain. “Industri susu di Jawa Timur besar sekali. Mungkin ini bisa menjadi awal untuk memperluas kerja sama kami di provinsi ini,” tambahnya.
Wakil Gubernur Emil Dardak menyambut baik tawaran tersebut. Menurutnya, pengalaman New Zealand di industri susu dan peternakan sapi perah dapat menjadi referensi penting bagi Jawa Timur. “New Zealand maju dalam dairy—susu, keju, hingga mentega. Sinergi dengan peternak lokal diharapkan bisa meningkatkan kualitas produksi di Jawa Timur,” jelas Emil.
Emil juga menekankan potensi kerja sama di bidang geothermal. Ia mencontohkan proyek panas bumi Ijen yang baru saja diresmikan. “Masih banyak potensi pengembangan geothermal di Jawa Timur. SDM berkualitas menjadi kunci, dan sejauh ini lebih dari seribu tenaga Indonesia sudah mendapat pelatihan di New Zealand,” ungkapnya.
Pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat hubungan bilateral New Zealand dan Jawa Timur. Dengan potensi besar di sektor energi terbarukan, pertanian, dan pendidikan, kerja sama ini diyakini memberi manfaat nyata bagi kedua belah pihak sekaligus memperkuat peran Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi strategis di Indonesia. (FRI)
