Tekan Kasus TBC, RSUD dr. H. Koesnadi Fokuskan Surveilans dan Pengawasan Obat

oleh -1072 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Upaya menekan angka kasus Tuberkulosis (TBC) di Bondowoso terus diperkuat. Direktur RSUD dr. H. Koesnadi, dr. Yus Priyatna, menegaskan komitmennya bersama Dinas Kesehatan dan seluruh Puskesmas dalam memperkuat sistem surveilans, pengawasan obat, hingga sosialisasi pencegahan.

Hal itu disampaikannya usai mengikuti entry meeting Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pemeriksaan kinerja pendahuluan penuntasan TBC di Wisma Wakil Bupati Bondowoso, Rabu (3/9/2025).

Menurut dokter spesialis paru tersebut, sistem surveilans dan pencatatan kasus TBC di Bondowoso sudah berjalan cukup baik.

“Kita bekerja untuk melakukan surveilan ke semua puskesmas, ke semua masyarakat, dan termasuk pencatatan kita cukup baik. Jadi saat ini data di 4 rumah sakit swasta dan 25 puskesmas sudah terhubung dalam satu data,” jelasnya.

Dari sisi sarana dan prasarana, Bondowoso disebut cukup siap dalam mendukung percepatan penanganan TBC.

“Alhamdulillah kita cukup baik. Sudah ada 7 mesin TCM (Tes Cepat Molekuler) dan 25 tenaga mikroskop di puskesmas,” tambahnya.

Lebih jauh, Yus menyoroti keterkaitan erat antara TBC dengan HIV. Ia mengingatkan pentingnya sosialisasi pencegahan sejak dini, terutama di wilayah dengan angka penderita HIV yang cukup tinggi.

“Salah satu cara kita adalah sosialisasi untuk penanggulangan HIV juga. Terutama masalah-masalah sosial yang bisa memicu penularan HIV harus kita redam. Biasanya banyak yang pulang dari Bali ke Bondowoso membawa HIV,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, TBC bukan penyakit yang tak bisa disembuhkan. Dengan kepatuhan pasien dalam menjalani terapi, peluang kesembuhan sangat tinggi.

“Jika pasiennya minum obat insyaallah sembuh. Jadi memang yang paling penting adalah pengawasan minum obat,” tegasnya.

Meski demikian, ia tak menampik bahwa sepanjang 2025 masih ada kasus kematian akibat TBC.

Baca Juga :  Mensos Instruksikan untuk Menambah KSB di Bogor

“Cukup banyak menelan korban jiwa karena memang datanya terlambat. Kalau yang tertangani sejak awal biasanya sembuh,” ujarnya.

Ke depan, RSUD dr. H. Koesnadi bersama instansi terkait akan terus mencari solusi agar penanganan TBC di Bondowoso bisa lebih maksimal.

“Intinya target penekanan dari BPK tadi adalah memang kita akan mencari solusi dari masalah TBC di Bondowoso,” pungkasnya. (wan)

No More Posts Available.

No more pages to load.