Rektor Unusa Tinjau Rumah Mahasiswa Penerima KIP-K

oleh -423 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Untuk memastikan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) tepat sasaran, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Prof. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., bersama jajaran pimpinan universitas melakukan kunjungan langsung ke rumah mahasiswa penerima beasiswa di Surabaya.

Turut mendampingi Wakil Rektor I, Direktur Akademik dan Kemahasiswaan (Akamawa), Dekan Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK), serta Dekan Fakultas Ekonomi, Bisnis, dan Teknologi Digital (FEBTD). Dalam kesempatan itu, Rektor mendengar langsung kisah perjuangan mahasiswa untuk bisa melanjutkan kuliah.
“Saya merasa bangga dan berbahagia mendengar semangat para penerima KIP-K Unusa yang tetap teguh ingin kuliah meski dengan berbagai keterbatasan,” ujar Prof. Jazidie.

Salah satu penerima, Nafisah Galuh Aurellia, mahasiswa baru D3 Keperawatan, mengaku tidak menyangka bisa berkuliah dengan bantuan beasiswa. “Om saya punya usaha penyewaan sound dan lampu-lampu, lalu ibu juga menitipkan lampu di om saya untuk dikelola. Dari situ kami bisa bertahan, Alhamdulillah,” ungkap Galuh.

Gadis kelahiran Sidoarjo, 21 Maret 2007 itu merupakan anak keempat dari enam bersaudara pasangan almarhum Purwo Sumbioyo dan Lilis Suryati. Meski sejak kecil hidup tanpa ayah, tekad Galuh melanjutkan pendidikan tidak pernah padam. “Awalnya saya ingin jadi TNI, tapi ayah dulu pernah bilang kalau mau jadi TNI setidaknya punya keterampilan atau bakat. Akhirnya saya diarahkan masuk jurusan kesehatan, dan saya merasa sayang kalau tidak diteruskan,” ujarnya.

Ibunya, Lilis Suryati, tak kuasa menahan haru ketika anaknya lolos seleksi KIP-K. “Alhamdulillah, saya sangat senang akhirnya anak saya ada yang kuliah. Setelah tiga anak sebelumnya, anak keempat bisa kuliah,” katanya penuh haru. Ia juga menekankan pentingnya spiritualitas dalam mendidik anak-anaknya. “Saya selalu bilang, pokoknya utamakan akhirat, nanti dunia akan menyusul. Karena keberhasilan kita juga berasal dari usaha dan doa kita,” pesannya.

Baca Juga :  Fikes Peduli Tumbuh Kembang Bayi dan Balita Warga Sekitar Kampus  

Penerima lain, M. Faisal, mahasiswa baru S1 Manajemen, menuturkan keinginannya berkuliah baru muncul di kelas 12 SMK. “Saat magang itu baru kepikiran pengen kuliah, karena ada keinginan juga untuk buka usaha,” ungkap anak kedua dari tiga bersaudara itu. Ia mendapat saran dari sepupunya yang kuliah di Unusa untuk mendaftar KIP-K dan akhirnya lolos. “Sempat diragukan juga sama teman-teman, katanya ‘ngapain kuliah’, tapi saya tetap lanjut karena saya butuh kuliah untuk masa depan,” tambahnya.

Faisal sejak kecil menghadapi tantangan berat. Ia kehilangan ibunya pada usia 4 tahun dan kemudian tinggal bersama ayahnya, Budiman, seorang buruh harian di Surabaya. Budiman pun tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. “Saya cuma mau yang terbaik buat anak saya. Alhamdulillah dan ikut senang karena baru dia yang bisa lanjut kuliah. Harapan saya, Faisal bisa menjadi anak yang bermanfaat dan membanggakan keluarga maupun sekolahnya,” ujarnya.

Bagi Faisal, jalan menempuh pendidikan tidak mudah, termasuk pengalaman minder karena usia lebih tua dari teman-teman sekelas saat ia dipaksa bersekolah lagi di usia 9 tahun. Namun keteguhannya untuk melanjutkan pendidikan membuatnya kini bisa menjadi mahasiswa.

Dengan kunjungan langsung ini, Unusa ingin memastikan program KIP-K benar-benar membantu mahasiswa yang membutuhkan serta menjadi bukti nyata komitmen kampus untuk membuka akses pendidikan tinggi seluas-luasnya bagi anak bangsa.(tok)