16 Produk Inovasi KKN UM Surabaya Raih HKI, Puluhan Siap Diterapkan di Masyarakat

oleh -309 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Sebanyak 16 Teknologi Tepat Guna (TTG) hasil Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) resmi memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Karya-karya itu bersama puluhan karya inovasi lainnya dipamerkan di Gedung Kesenian Cak Durasim Surabaya, Rabu (27/8/2025), disaksikan langsung Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji.

Pada tahun ini, UMSurabaya menerjunkan mahasiswa KKN ke 11 lokasi strategis, baik dalam negeri maupun luar negeri, yakni Korea Selatan, Singapura, Taiwan, Siak (Riau), Mojokerto, Jombang, Pasuruan, Nganjuk, Surabaya, Lamongan, dan Tuban.

Inovasi yang ditampilkan meliputi beragam karya, mulai dari alat pengukur stres, aplikasi pencatatan aset digital, mesin penggoreng kacang berbahan drum, alat destilasi serai menjadi minyak roll-on, pengolah limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, mesin pencacah pakan ternak, kompor berbahan limbah jelantah, semprot hama otomatis, pemantik tikus otomatis, lampu desa tenaga surya, aplikasi kesehatan berbasis web, iron shovel pengolah sampah, alat pengering kerupuk samiler, mesin penggiling limbah kotoran kambing menjadi pupuk, mesin komposer ramah lingkungan, hingga alat fermentasi tempe.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas karya mahasiswa yang lahir dari KKN. “Pengabdian di masyarakat harus bersifat organik, artinya tumbuh dari kebutuhan nyata dan keterlibatan langsung warga, bukan sekadar program formalitas. Seperti halnya Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan mahasiswa, pengabdian harus lahir dari interaksi, empati, dan kolaborasi,” ujar Armuji.

Ia menambahkan, hanya dengan pendekatan tersebut, perubahan berkelanjutan bagi masyarakat bisa tercapai. “Begitu pula dengan pemerintah dan seluruh elemen kota, harus membangun pengabdian yang mendengarkan, memberdayakan, dan menguatkan masyarakat,” tandas Armuji.

Sementara itu, Radius Setiyawan, Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Digitalisasi UMSurabaya, menegaskan bahwa saat ini pihaknya telah mengajukan 25 produk TTG untuk memperoleh perlindungan HKI. “Saat ini ada 16 produk TTG yang sudah mendapatkan HKI dan lainnya masih dalam proses. Ke depan UMSurabaya akan terus memberikan pendampingan agar aplikasi yang sudah dibuat ini bisa berkelanjutan untuk bisa diterapkan di Surabaya dan masyarakat luas lainnya,” terang Radius.

Baca Juga :  Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih Buka Beasiswa 2026, Kuota Naik 5 Kali Lipat dan Jangkau Mitra Driver

Radius menekankan, KKN UMSurabaya bukan hanya soal pengalaman lapangan, melainkan perwujudan komitmen universitas dalam mencetak mahasiswa yang mampu memberi kontribusi nyata. “Program KKN ini merupakan perwujudan dari komitmen universitas dalam menciptakan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberi kontribusi nyata kepada masyarakat,” tutup Radius.(tok)