KILASJATIM.COM, Surabaya – Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, menyoroti turunnya angka partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 yang hanya mencapai 70 persen dari 1,47 juta daftar pemilih tetap (DPT). Angka ini lebih rendah dibanding Pilkada 2020 yang mencapai 71,07 persen, dan menurun tajam dari Pemilu 2024 yang mencatat partisipasi hingga 86 persen.
Mimik menilai keterbukaan informasi publik menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan dan meningkatkan peran masyarakat dalam setiap tahapan demokrasi.
“Partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya Pemilu dan Pilkada akan semakin kuat apabila didukung akses informasi yang terbuka, akurat, dan mudah dipahami. Dengan begitu, kita bisa mewujudkan demokrasi yang jujur, adil, bebas, rahasia, dan bermartabat,” ujarnya saat membuka Forum Literasi Keterbukaan Informasi Publik Pengawasan Pemilu dan Pemilihan di Aula Majapahit BKD Sidoarjo.
Ia mengingatkan, keterlibatan masyarakat tidak berhenti pada pencoblosan, tetapi juga dalam memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan. “Keterbukaan informasi publik adalah hak setiap warga. Mari kita manfaatkan dengan bijak untuk memperkuat pengawasan bersama. Jangan sampai informasi keliru atau hoaks justru melemahkan demokrasi,” tegasnya.
Senada, Ketua Bawaslu Kabupaten Sidoarjo, Agung Nugraha, menyebut forum tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat literasi masyarakat. “Pengawasan pemilu tidak bisa hanya dilakukan penyelenggara atau pengawas saja. Peran aktif masyarakat sangat penting. Dengan pemahaman yang baik tentang keterbukaan informasi, masyarakat bisa lebih kritis dalam mengawal jalannya demokrasi di Sidoarjo,” jelasnya, Kamis (21/8/2025).
Forum yang dihadiri akademisi, mahasiswa, organisasi perempuan, komunitas, dan masyarakat umum itu diharapkan menjadi ruang edukasi dan kolaborasi. Tujuannya, membangun budaya keterbukaan sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga kualitas pesta demokrasi di Kabupaten Sidoarjo. (TAM)




