KILASJATIM.COM, Surabaya – Di tengah tren gaya hidup sehat yang kian meningkat di kalangan masyarakat urban, olahraga padel mulai mencuri perhatian. Bukan hanya karena serunya permainan, tapi juga karena manfaat emosional dan sosial yang ditawarkan.
Fenomena ini tampak nyata lewat berkembangnya komunitas Padel Amigos Surabaya. Dalam beberapa bulan sejak terbentuk pada awal 2024, komunitas ini telah menjaring lebih dari 100 anggota, yang berisi pasangan atau sahabat dekat yang ingin menyeimbangkan hidup sehat dan koneksi personal.
Menurut Naga Setiawan, Ketua Komunitas padel menawarkan lebih dari sekadar tantangan fisik. “Di lapangan kita akan belajar mendengarkan, menyesuaikan ritme, bahkan sabar terhadap pasangan. Tanpa disadari, itu melatih kita jadi pasangan yang lebih solid,” jelasnya saat ditemui di turnamen internal bertajuk Copa Amigos 1, Sabtu (9/8) di Jungle Padel Surabaya.
Padel sendiri merupakan gabungan antara tenis dan squash yang dimainkan secara ganda. Faktor kerja sama jadi kunci utama permainan, membuat padel cocok sebagai medium untuk membangun komunikasi dua arah dan saling mendukung.
Karla Jasmina, co-founder lainnya, menekankan bahwa komunitas ini bukan hanya soal olahraga, tapi tentang membentuk gaya hidup sehat dan relasi yang positif. “Kita ingin menciptakan ruang di mana pasangan bisa tumbuh bareng, secara fisik maupun emosional. Bukan cuma sehat badannya, tapi juga hatinya,” ujarnya.
Menariknya, komunitas ini secara tegas menolak atmosfer kompetisi yang kaku. Fokus utamanya adalah keseruan dan kehangatan. Kegiatan mereka pun rutin digelar, dari latihan bareng hingga turnamen ringan, semua dikemas dengan nuansa kekeluargaan.
Di kota besar seperti Surabaya, di mana waktu bersama sering tergerus rutinitas dan tekanan kerja, padel menjadi alternatif segar. Bukan hanya membantu menjaga kebugaran, tetapi juga mempertemukan orang-orang dalam suasana yang menyenangkan dan suportif.
Dengan tren yang terus berkembang, komunitas Padel Amigos menjadi pionir gaya hidup baru di mana olahraga bukan hanya soal fisik, tapi juga kualitas hubungan dan kehidupan sosial. (kar)
