Merry Wahono :  AI di Dunia Desain Grafis Jadi Mitra Kerja Yang Harus Dikuasai 

oleh -596 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Merry Wahono, UX/UI Designer dan Product Designer hadir mengajak siswa dalam acara workshop untuk berpikir kreatif, bekerja sama dalam tim, dan mencoba berbagai ide lewat proses yang terstruktur mulai dari mengenali masalah, mencari solusi, sampai membuat prototipe sederhana yang bisa diuji langsung.

Design Thinking adalah cara berpikir untuk memecahkan masalah dengan memfokuskan pada kebutuhan dan pengalaman user.

“Dalam proses ini, kita belajar memahami siapa yang akan memakai produk, apa masalah mereka, dan bagaimana kita bisa membuat solusi yang benar-benar berguna,” ujar Merry yang juga alumni

NAFA’s disela kegiatan Workshop yang berlangsung di  di Petra Acitya Christian High School, Sidoarjo, Senin (11/8/2025)

Menurut Merry proses seperti ini penting dilakukan sebelum kita mulai mendesain produk. Hasil desain akan lebih tepat sasaran, efisien, dan berdampak nyata bagi pengguna. Selain itu, siswa juga akan terbiasa berpikir kritis dan terbuka terhadap berbagai sudut pandang dan keterampilan yang sangat dibutuhkan di masa depan.

Lalu bagaimana dengan tehnologi AI yang sekarang ini digunakan diberbagai sektor?

Bagi Merry, AI justru telah mempercepat proses kerjanya secara signifikan. “Dulu, untuk melakukan competitor analysis dan riset, saya membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Sekarang, dengan bantuan AI, proses itu bisa selesai hanya dalam satu minggu,” jelasnya.

Kekhawatiran bahwa AI akan “mematikan” pekerjaan desainer hanya berlaku bagi mereka yang enggan beradaptasi dan belajar teknologi baru.

“Di dunia teknologi, setiap dua hingga empat tahun selalu ada perangkat lunak baru yang harus dipelajari. AI ini sama saja—ia adalah alat baru yang harus kita kuasai, bukan kita takuti. Yang menjalankan AI tetap manusia. Konsep, visi, dan nilai kreatif tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh mesin. Kalau kita takut, justru kita akan tertinggal. Tapi kalau kita memanfaatkannya, AI bisa menjadi mitra kerja yang luar biasa,” tegasnya.

Baca Juga :  Komdigi Resmikan AI Center of Excellence Indosat, Cisco, dan NVIDIA  Perkuat Daya Saing AI Nasional

Dalam hal ini Merry menggabungkan pendekatan kreatif dan strategis dalam menciptakan produk digital yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga berfungsi dengan baik dan mudah digunakan.

Dengan percepatan yang ditawarkan AI, Merry melihat masa depan desain akan semakin kolaboratif antara teknologi dan kreativitas manusia. Ia menekankan bahwa kunci sukses terletak pada keterbukaan untuk terus belajar dan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi

“Sebagai desainer, saya percaya bahwa desain bukan hanya tentang tampilan. Tapi tentang memahami manusia bagaimana mereka berpikir, merasa, dan berinteraksi dengan teknologi. Peran designer adalah sebagai jembatan antara kebutuhan pengguna, tujuan bisnis, dan kemampuan tim pengembang,”  pungkas Merry  dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di dunia desain digital.  Selain workshop, dipamerkan pula panel-panel dari alumni NAFA. Kebetulan Merry adalah alumni dari NAFA.  (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.