“Rek” dan “Laire Naga Tahun” Hangatkan Malam Subs Performance ARTSUBS 2025 di Balai Budaya Surabaya

oleh -451 Dilihat

KILASJATIM.COM, SURABAYA – Balai Budaya Surabaya menjadi pusat perhatian pecinta seni, ketika panggung teater lantai dua gedung ini menampilkan dua karya berbeda warna namun sama-sama sarat makna: musik kontemporer “Rek” karya komposer Surabaya, Joko Porong, yang dibawakan Gamelan Sawunggaling UNESA, serta tari topeng Malang “Laire Naga Tahun” oleh Sanggar Tari Topeng Asmorobangun pimpinan Tri Handoyo.

Pertunjukan yang menjadi bagian dari rangkaian Subs Performance ARTSUBS 2025 ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga perayaan keberagaman budaya Jawa Timur yang berpadu dalam satu panggung. Bagi Joko Porong, “Rek” bukan hanya sapaan khas bahasa Jawa Timuran, melainkan simbol egaliter yang lugas, dinamis, dan merakyat. Terinspirasi dari subkultur arek Surabaya yang menjunjung kesetaraan, karya ini memadukan gamelan dengan ragam musik konvensional maupun non-konvensional. Suasana hikmat, riuh, dan semangat tumpah dalam komposisi yang mengeksplorasi “tempuran”, ruang pertemuan budaya yang bebas hierarki dan terbuka pada dialog.

Sementara itu, “Laire Naga Tahun” membawa penonton ke dalam kisah Panji Asmara Bangun yang diwarnai penyamaran, sayembara ayam jago, peperangan, hingga transformasi dramatis menjadi Naga Tahun. Sanggar Tari Topeng Asmorobangun Malang menghidupkan lakon klasik ini dengan gerak penuh karakter dan nuansa teatrikal yang kuat.

Dalam sambutannya, Ketua Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur, Endah Budi Heryani, S.S., M.M., menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan amanat Pasal 32 UUD 1945 dan UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. “Subs Performance ARTSUBS 2025 adalah bentuk pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan, sekaligus wujud kolaborasi yang merajut beragam warna budaya Jawa Timur,” ujarnya.

Rangkaian Subs Performance masih akan berlanjut sepanjang Agustus hingga awal September 2025 dengan deretan penampil, mulai dari Sanggar Seni Nanggala hingga grup musik Silampukau, dilengkapi diskusi publik, wicara seniman, dan lokakarya. Informasi lengkap dapat dipantau melalui akun Instagram ARTSUBS dan BPKW XI. “Rek” dan “Laire Naga Tahun” telah membuktikan bahwa seni tidak hanya menampilkan keindahan, tetapi juga merangkai sejarah, identitas, dan semangat zaman ke dalam satu harmoni yang hidup.(tok)