Jurnalis Bondowoso Gelar Aksi Solidaritas atas Dugaan Kekerasan terhadap Wartawan di Situbondo

oleh -1308 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Puluhan jurnalis dari berbagai media di Bondowoso menggelar aksi solidaritas sebagai respons atas dugaan tindak kekerasan terhadap wartawan Jawa Pos Radar di Situbondo. Aksi yang berlangsung pada Senin (4/8/2025) ini dipusatkan di Monumen Gerbong Maut, Alun-Alun Ki Bagus Asra, dan diinisiasi oleh Forum Solidaritas Jurnalis Bondowoso (FSJB).

Dalam aksi tersebut, para jurnalis tampil mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol duka dan protes, lengkap dengan pita hitam serta membawa poster berisi pesan-pesan kecaman terhadap kekerasan pada pekerja media. Beberapa di antaranya bertuliskan “Stop Kekerasan Terhadap Jurnalis” dan “Jurnalis Bukan Musuh”.

Koordinator aksi, Ilham Wahyudi, menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap wartawan merupakan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Ini bukan hanya soal keselamatan individu, tapi menyangkut martabat profesi dan eksistensi demokrasi. Kami mengecam keras tindakan yang dialami rekan kami di Situbondo,” tegas Ilham dalam orasinya.

Ilham menambahkan bahwa negara memiliki kewajiban untuk menjamin kebebasan pers dan memberikan perlindungan hukum kepada jurnalis dalam menjalankan tugasnya. Ia juga mendesak aparat kepolisian Situbondo untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

“Jika jurnalis terus ditekan dan diintimidasi, maka ruang demokrasi kita akan semakin menyempit. Ini kemunduran yang berbahaya,” ujarnya.

Menurut Ilham, insiden kekerasan terhadap jurnalis di Situbondo bukanlah kasus pertama. Ia menyebut bahwa kekerasan terhadap insan pers masih sering terjadi, dan tren penurunan Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) dalam dua tahun terakhir menjadi alarm penting. Berdasarkan data, IKP nasional turun dari 71 persen pada 2023 menjadi 69 persen di 2024.

Peristiwa kekerasan yang memicu aksi ini menimpa jurnalis bernama Humaidi, saat meliput aksi unjuk rasa yang digelar sebuah LSM di Situbondo, Kamis (31/7/2025). Ia diduga diserang oleh orang tak dikenal hingga mengalami luka dan harus menjalani perawatan medis. Kasus ini kini tengah ditangani oleh Polres Situbondo.

Baca Juga :  Hajatan Pernikahan Tanpa Prokes, Belasan Warga Bondowoso Positif Covid-19

Aksi solidaritas tersebut diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap dan doa bersama sebagai bentuk dukungan moral terhadap Humaidi, serta penegasan komitmen jurnalis di Bondowoso untuk terus mengawal kebebasan pers di Indonesia.(wan)