KILASJATIM.COM, Kediri — Anggota Komisi XI DPR RI, Ahmad Rizki Sadig, mendorong koperasi desa untuk lebih aktif dan tidak hanya menunggu instruksi dari pusat. Menurutnya, koperasi desa kini menjadi bagian dari kebijakan nasional untuk memperkuat ekonomi lokal dan memotong rantai distribusi kebutuhan pokok.
Ajakan ini disampaikan dalam forum dengar pendapat bersama pengurus Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Sumberejo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, baru-baru ini. Rizki menekankan pentingnya peran koperasi sebagai penggerak kemandirian ekonomi desa dalam konteks strategi pembangunan nasional.
“Koperasi sudah masuk skema kebijakan nasional. Jangan pasif. Inisiatif dari bawah harus segera dijalankan,” tegas Rizki, yang mewakili daerah pemilihan Jawa Timur VI.
Dalam forum yang berlangsung terbuka tersebut, para pengurus koperasi menyampaikan berbagai tantangan, terutama soal permodalan. Ketua Kopdes Merah Putih, Sigit Susanto, mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada kejelasan soal skema pembiayaan yang dapat diakses koperasi desa.
“Janji soal permodalan memang ada, tapi kami belum tahu teknis dan aksesnya seperti apa,” kata Sigit.
Menanggapi hal itu, Rizki menekankan pentingnya kesiapan internal koperasi. Ia menyarankan agar koperasi segera menyusun rencana bisnis yang terukur dan profesional sebagai syarat utama untuk mendapatkan dukungan dana.
“Bangun dulu fondasi bisnis yang kuat. Susun analisis usaha dan proposal yang layak, agar bisa masuk ke skema pembiayaan, baik dari pemerintah maupun perbankan,” jelas Rizki.
Rizki juga memastikan bahwa ia akan mengawal proses advokasi agar skema pembiayaan koperasi desa segera terealisasi. Menurutnya, koperasi yang sudah siap secara administratif dan bisnis harus menjadi prioritas dalam penyaluran bantuan maupun kredit produktif. (FRI)
