KILASJATIM.COM, Lumajang – Tebing setinggi lebih dari 20 meter di jalur perbukitan Piket Nol, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, longsor pada Selasa (29/7/2025). Akibatnya, arus kendaraan yang melalui jalur yang menghubungkan Lumajang-Malang terganggu.
Longsor terjadi di kilometer 54, salah satu titik rawan bencana di jalur Piket Nol. Material longsoran berupa tanah dan batu berukuran besar menutup sebagian bahu jalan, menyulitkan kendaraan besar seperti truk dan bus untuk melintas.
“Longsor disebabkan kondisi tebing yang labil setelah diguyur hujan deras,” ujar Daniel Riza, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang saat dikonfirmasi.
Hingga siang ini, petugas gabungan dari BPBD Lumajang dan Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional Wilayah Tengah masih melakukan pembersihan menggunakan alat berat. Proses evakuasi dilakukan secara bertahap karena struktur tebing masih rawan longsor susulan.
Arus lalu lintas dialihkan secara bergantian. Pengendara diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama karena cuaca di kawasan tersebut masih gerimis. Jalur Piket Nol dikenal ekstrem, dengan kemiringan curam dan tebing terjal, sehingga rentan terjadi longsor, terutama di musim hujan.
Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi potensi keterlambatan perjalanan serta mengikuti perkembangan informasi resmi. “Kami upayakan pembersihan selesai secepat mungkin agar jalur kembali normal,” tambah Daniel. (cit)
