Mengapa Narasi Barongan Sarang Demit, Diciptakan?

oleh -1693 Dilihat
oleh

KILASJATIM. COM, Malang– Barongan atau pohon bambu itu rungkut. Konon banyak penghuninya, sarang demit, genderuwo dan kuntilanak. Seram.

“Katanya Wewe Gombel suka pada anak kecil yang rewel, tidak mau makan dan tidur siang, itu rumahnya di sana,” kata seorang ibu pada balita yang rewel.

Perempuan itu menunjuk pada barongan yang suaranya berderit, akibat gesekan antar batang bambu tertiup angin musim kemarau. Sedang bocah itu menyembunyikan kepalanya pada dada sang ibu.

Begitulah percakapan itu mampir ke telinga. Hingga, membuat saya turut melihat ujung-ujung pohon bambu dibalik genting rumah.

Dalam hati, mengapa pohon bambu yang rimbun dan disebut barongan dinggap menakutkan? Turut meneror, bila kebetulan melintas atau mendengar derit suaranya dimalam hari. Dalam memori tercipta ujud perempuan berambut panjang, mata menyala, kulit pucat menyeramkan, bergaun putih panjang melayang hinggap dari pohon bambu ke atap rumah, lantas mengintip kamar dari balik korden jendela.

Selain itu muncul sosok imajinasi lain, hasil cerita-cerita yang terekam ingatan. Jika diantara rimbun batang yang gelap ada mahluk tinggi besar, berbulu bermata lebar dan suka menakuti, dengan menjatuhkan diri, berdebam di atap, lantai rumah atau menabrak dinding tembok, hingga menciptakan suasana menyeramkan. Dan sebagainya, bisa kalian bayangkan sendiri mahluk-mahluk astral dalam film horor.

Namun, pernahkah kita sadari? Dibalik cerita horor barongan, pohon bambu memiliki sejumlah manfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Diantaranya,

Manfaat pohon bambu
1. Pohon bambu menjaga sumber air dan mampu menyerap 90% air hujan.
2. Akarnya yang rapat dan kuat mencegah terjadinya erosi.
3. Daunnya memiliki 500 stomata, yang mampu menyerap karbon dioksida.
4. Sumber pangan, terutama pada tunasnya, rebung diolah menjadi sayur.
5. Batangnya berguna untuk alat rumah tangga seperti, tusuk gigi, sate, kertas, tisu, arang bambu dan masih banyak lagi.
6. Konstruksi bangunan.
7. Alat musik, seperti angklung.
8. Serat bambu dalam dunia fesyen digunakan untuk membuat kain yang ramah lingkungan.
9. Di China bambu digunakan untuk produk kesehatan herbal.
10. Hutan bambu berfungsi sebagai tepat rekreasi, seperti di Keputih Surabaya, Andeman di Malang, Mojokerto dan masih banyak lagi.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Malang Tinjau Sejumlah Proyek Strategis Pemkot Malang

Melihat banyaknya manfaat bambu untuk kelangsungan ekosistem. Jadi bertanya-tanya, kenapa nenek-kakek kita menciptakan narasi kalau barongan sarang demit? Mungkin untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan kearifan budaya lokal. Menurutmu bagaimana? (TQI)

No More Posts Available.

No more pages to load.