KILASJATIM.COM, Bondowoso – Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, mengatakan penyaluran bantuan pangan beras perlu ditingkatkan pemantauannya untuk memastikan bahwa bantuan tersebut tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Menurut Fathur Rozi, data penerima bantuan pangan beras tahun 2024 dan 2025 menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan, yaitu sekitar 15.000 orang.
“Harapannya perbedaan ini karena masyarakat Kabupaten Bondowoso sudah meningkat status ekonominya,” kata Fathur Rozi, Jumat (18/7/2025).
Namun, Fathur Rozi juga menekankan bahwa perlu dilakukan verifikasi ulang dan ground checking untuk memastikan bahwa data tersebut akurat.
“Ground checking DTC baru 10%, sehingga ada kemungkinan perbaikan-perbaikan untuk terus dilakukan,” ujarnya.
Fathur Rozi juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menjual bantuan pangan beras yang diterima.
“Bantuan ini langsung berupa kebutuhan pokok beras, sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari,” paparnya.
Sekda Bondowoso juga berharap bahwa media dapat membantu mengawal penyaluran bantuan pangan beras ini agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
“Saya berharap teman-teman media dapat ikut mengawal bantuan ini agar tidak ada penyalahgunaan,” pungkasnya. (wan)
