Manufacturing Surabaya 2025  Dibuka, Dorong Pasar Industri  Indonesia Timur 

oleh -477 Dilihat

Pameran internasional Manufacturing Surabaya 2025 resmi dibuka hari ini, Rabu (16/7/2025) di Grand City Convention & Exhibition Center. (kilasjatim.com/nova)

KILASJATIM.COM, Surabaya  –  Pertengahan tahun  ini Surabaya kembali disambangi pameran Mamufacturing Surabaya 2025 ke 19 digelar  di Grand city  Convention & Exhibition Centre. Mengusung tema “Building Stronger Manufacturing in Eastern Indonesia”, pameran edisi ke-19 ini menjadi ajang strategis memperkuat konektivitas, memperkenalkan inovasi, serta mendorong kolaborasi lintas sektor dalam ekosistem industri manufaktur, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Pameran seluas lebih dari 5.000 meter persegi ini ditargetkan menarik 8.000 pengunjung. Naik dari 7.000 pengunjung pada tahun sebelumnya. Berlangsung 16 – hingga 19 Juli mendattang diikuti 167 peserta dari sektor permesinan, otomasi industri, logistik, hingga teknologi produksi. Tercatat 15 negara dan wilayah turut ambil bagian, termasuk perusahaan besar seperti Sun Energy, Mitsubishi Electric, dan Rukun Sejahtera Teknik.

Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie mengatakan,  Pameran ini mempertemukan pelaku industri nasional dan global, menjadi platform penting untuk ekspansi bisnis, menjalin kemitraan, serta menjawab tantangan transformasi industri yang makin kompleks.

“Fokus pameran tahun ini juga diarahkan pada efisiensi biaya dan keberlanjutan, sejalan dengan agenda industri hijau Jawa Timur. Antusiasme peserta dari dalam dan luar negeri menunjukkan tingginya kepercayaan terhadap potensi manufaktur Jawa Timur. Ini sinyal positif bahwa kawasan ini tetap dipandang sebagai kawasan strategis dalam peta industri nasional dan global,”  jelas Meysia.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, sektor industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekonomi provinsi ini dengan kontribusi sebesar 31,42% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada triwulan I-2025. Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sendiri mencapai 5% (y-o-y), lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sebesar 4,9%.

Baca Juga :  PGN - PJB LNG MoU Kembangkan Pemanfaatan Gas Bumi untuk Pelanggan Industri di Kawasan Timur Indonesia

Namun demikian, tantangan tetap membayangi. Realisasi investasi di Jawa Timur pada triwulan IV-2024 tercatat turun 20,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hal ini menjadi sinyal penting perlunya penguatan ekosistem industri agar iklim usaha tetap kompetitif dan menarik bagi investor.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Jawa Timur, Joko Irianto bersama Portfolio Director PT Pamerindo Indonesia, Meysia Stephannie saat meninjau booth  pameran manufacturing  2025, Rabu (16/7/2025). (kilasjatim.com/nova)

Di kesempatan yang sama Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Jawa Timur, Joko Irianto menyampaikan pengembangan industri hijau dan peningkatan kapasitas UMKM menjadi fokus kami untuk menjaga daya saing dan menarik kembali investasi.

“Pameran ini bukan hanya etalase teknologi, tetapi juga wadah membangun sinergi antarpelaku industri dan mencari pasar ekspor alternatif di tengah dinamika global seperti kebijakan tarif 32% dari Amerika Serikat. Amerika memang bukan pasar terbesar kita, tapi kita tetap harus bersiap dengan strategi diversifikasi ekspor. Di sini kita bisa melihat teknologi baru yang lebih terjangkau dan memungkinkan terciptanya industri-industri baru berbasis UMKM,” jelasnya.

Sebagai bagian dari agenda transformasi industri, Pamerindo Indonesia bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur menggelar Forum Industri Hijau.

Forum ini mencakup seminar dan layanan konsultasi sertifikasi hijau, yang bertujuan membantu pelaku industri bertransisi menuju model usaha yang lebih ramah lingkungan.

Rangkaian acara lain meliputi program edukatif seperti Kaizen Clinic yang menyediakan konsultasi teknis di bidang rantai pasok, efisiensi operasi, dan keselamatan kerja. Kemudian SHE Mastery Session, program bersertifikat yang membahas integrasi manajemen risiko (K3) dalam produksi.

Pada hari terakhir pameran, Pamerindo Indonesia bersama dengan PT Traktor Nusantara akan menggelar kompetisi Forklift Hero. Kompetisi ini menjadi ajang unjuk keterampilan operator forklift sekaligus sarana edukatif mengenai keselamatan kerja dan efisiensi operasional.

Baca Juga :  Sinergi PNM dan KemenPPPA Perkuat Perlindungan Hak Perempuan dan Anak

“Peningkatan kualitas SDM merupakan dasar dari terciptanya industri yang lebih produktif dan aman. Forklift Hero kami hadirkan guna mendorong lahirnya standar operasional yang lebih tinggi di sektor ini,” ujar Sri Mahendra, Sales & Marketing Material Handling Business Division Head, PT Traktor Nusantara. (nov)

No More Posts Available.

No more pages to load.