Khofifah Ajak Kepala Daerah Jatim Jaga Iklim Investasi Aman dan Bebas Premanisme

oleh -1058 Dilihat
oleh
Gubernur Khofifah saat memberikan sambutan di High Level Meeting (HLM) Forum Investasi Jawa Timur yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (15/7/2025) malam.

KILASJATIM.COM, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh kepala daerah di provinsi ini untuk memperkuat komitmen menjaga iklim investasi yang aman, inklusif, dan berkelanjutan, serta bebas dari praktik premanisme.

Ajakan itu disampaikan dalam High Level Meeting (HLM) Forum Investasi Jawa Timur yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (15/7/2025) malam.

Forum ini dihadiri para bupati dan wali kota se-Jatim serta perwakilan pemangku kepentingan ekonomi.

“Yang kita tandatangani hari ini adalah komitmen bersama menjaga iklim investasi. Harus aman, inklusif, dan bebas premanisme. Kepastian hukum dan kenyamanan investor menjadi prioritas,” tegas Khofifah.

Khofifah menjelaskan, Pemprov Jatim telah menyiapkan serangkaian strategi untuk menarik investasi, antara lain, percepatan penyusunan RTRW dan RDTR di kabupaten/kota, penyediaan infrastruktur industri, pelatihan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan sektor industri, promosi investasi digital berbasis WebGIS serta dashboard debottlenecking untuk menyelesaikan hambatan investasi dan percepatan Peraturan Gubernur tentang insentif penanaman modal.

Sejumlah kepala daerah berfoto bersama usai High Level Meeting (HLM) Forum Investasi Jawa Timur yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (15/7/2025) malam.

Semua langkah ini, lanjut Khofifah, bertujuan memberikan kepastian lokasi investasi, efisiensi logistik, peningkatan produktivitas, dan penurunan angka pengangguran.

“Kita perlu menyiapkan ‘karpet merah’ bagi investor, dari urusan perizinan, pasokan energi, hingga penyelesaian kendala di lapangan,” ujarnya.

Khofifah menegaskan bahwa Jawa Timur telah memiliki portofolio Investment Project Ready to Offer (IPRO) di sektor strategis seperti manufaktur, agribisnis, pariwisata, kesehatan, dan infrastruktur.

“Hampir 80 persen logistik ke 19 provinsi Indonesia Timur dikirim dari Jawa Timur lewat Pelabuhan Tanjung Perak,” ungkapnya.

Menurut data BPS, Jawa Timur menyumbang Rp819,3 triliun terhadap PDB nasional pada triwulan I 2025, atau sekitar 14,42 persen. Pertumbuhan ekonominya mencapai 5,00 persen (yoy), lebih tinggi dari rata-rata nasional di angka 4,87 persen.

Baca Juga :  Harga Emas Awal Bulan Kembali Keok Jadi Rp 1.672.000 Per Gram

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, menyebut tiga kata kunci untuk menjaga iklim investasi: konsistensi, inovasi, dan sinergi.

“Kita butuh regulasi yang konsisten, inovatif, dan didukung oleh semua pihak agar iklim usaha tetap sehat dan menarik,” ujarnya.

Mengakhiri forum, Khofifah mengapresiasi peran aktif kepala daerah dan meminta agar seluruh arahan strategis segera ditindaklanjuti.

“Mohon diterjemahkan ke dalam langkah konkret di daerah masing-masing untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya. (FRI)

No More Posts Available.

No more pages to load.