ASP 2025 di UK Petra: Mahasiswa Asia Belajar, Berjejaring, dan Menyelami Budaya Nusantara

oleh -386 Dilihat

KILASJATIM.COM, SURABAYA – Universitas Kristen Petra (UK Petra) kembali menjadi tuan rumah Asia Summer Program (ASP) 2025, sebuah program pertukaran musim panas mahasiswa Asia yang digelar pada 14 Juli hingga 1 Agustus 2025. Mengusung tema “One Asia, Many Stories: Celebrating Diversity”, kegiatan ini menyatukan ratusan mahasiswa dari tujuh negara untuk belajar, berjejaring, sekaligus merasakan langsung kekayaan budaya Nusantara.

“ASP 2025 adalah edisi ke-13 dan kami ingin mengenalkan Asia melalui pendekatan yang fun dan kreatif. Selain transfer pengetahuan, peserta juga diajak memperluas jejaring antarnegara,” terang  Ketua Pelaksana ASP 2025, Dr. Liem Satya Limanta, M.A.

Tahun ini, ASP diikuti 100 mahasiswa dari Jepang, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, Filipina, India, dan Indonesia. Sebanyak 32 mahasiswa berasal dari luar negeri, sementara 68 lainnya adalah mahasiswa UK Petra. Selama tiga minggu, para peserta mengikuti perkuliahan dalam Bahasa Inggris di 21 kelas yang ditawarkan. Mata kuliah bervariasi dari bidang ekonomi, sastra, bahasa, pengajaran, film, desain, energi berkelanjutan, hingga kuliner dan kesehatan. Setiap mahasiswa maksimal dapat mengambil dua mata kuliah yang masing-masing setara tiga SKS dan dapat diakui oleh kampus asal mereka.

Tidak hanya akademik, ASP 2025 juga menonjolkan sisi budaya lewat 13 kegiatan non-akademik yang digelar menjelang sore. Salah satu yang paling menarik adalah Banana Leaf and Origami Workshop pada Selasa (15/7/2025), di mana para peserta diajak membungkus lemper dan klepon menggunakan daun pisang serta menghias tampah berisi jajanan pasar. “Lewat kegiatan ini, peserta tak hanya belajar sejarah kuliner Indonesia, tapi juga nilai kearifan lokal dan praktik keberlanjutan dalam budaya makan,” jelas Dr. Aniendya Christianna, S.Sn., M.Med.Kom., penanggung jawab acara.

Baca Juga :  Aozora e Tobou Jadi Tema Bunkasai JFF ke 27 Unitomo

Selanjutnya, Senin (28/7/2025), digelar Eco Wayang Workshop yang mengajak mahasiswa membuat wayang dari janur (daun kelapa muda). Kegiatan ini dirancang untuk menggugah apresiasi terhadap seni pertunjukan tradisional Indonesia sekaligus melatih kreativitas dan keterampilan tangan.

ASP pertama kali digelar tahun 2012 sebagai hasil kolaborasi lima universitas: Bangkok University (Thailand), Dongseo University (Korea Selatan), Josai International University (Jepang), UK Petra (Indonesia), dan Universiti Malaysia Perlis (Malaysia). Program ini dirancang untuk menumbuhkan pemahaman lintas budaya dan kesadaran atas tantangan bersama di kawasan Asia. “Kami ingin mencetak pemimpin masa depan Asia yang mampu memahami dan merespons dinamika serta keberagaman kawasan ini,” pungkas Dr. Liem Satya.(tok)