Festival Muharram 1447 H Ditutup, Wakil Bupati: “Sholawat Adalah Doa dan Harapan Kita untuk Bondowoso Berkah

oleh -1181 Dilihat

KILASJATIM.COM, Bondowoso – Rangkaian Festival Muharram 1447 Hijriyah resmi ditutup dalam suasana yang penuh kekhusyukan dan semangat spiritual pada Sabtu malam (12/7). Acara puncak bertajuk “Bondowoso Bersholawat Mujahadah Cinta untuk Bondowoso Berkah” ini menjadi momentum penting yang menggabungkan ibadah dan pembangunan sosial ekonomi masyarakat.

Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, yang hadir langsung dan memberikan sambutan, menyampaikan rasa hormatnya kepada para tokoh agama dan pemimpin daerah yang turut hadir. Ia secara khusus menyebut sejumlah nama tokoh, termasuk KH. Imam Barmawi Burhan, KH. Junaidi Mu’thi, KH. Asy’ari Fasya, dan para anggota Forkopimda.

“Yang saya hormati dan muliakan, para alim ulama, para habaib, para masyayikh…” ucapnya membuka sambutan di hadapan ribuan jamaah yang memenuhi lokasi acara.

Dalam pidatonya, Wabup mengajak seluruh masyarakat untuk bersyukur atas nikmat kebersamaan dan kesempatan untuk memperkuat spiritualitas dalam peringatan tahun baru Islam ini.

“Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan inayah-Nya, kita diberikan nikmat kesehatan dan kesempatan untuk hadir dalam kegiatan yang sangat mulia ini,” ujar As’ad.

Festival Muharram tahun ini dinilai lebih dari sekadar acara seremonial. Menurut Wabup, kegiatan ini telah menjadi media untuk menghidupkan semangat Islam dan menggerakkan potensi ekonomi masyarakat secara nyata.

“Dimulai dengan Pawai Obor Muharram, disambung kegiatan bazar UMKM di seluruh kecamatan, dan malam ini ditutup dengan Bondowoso Bersholawat. Ini adalah mujahadah cinta, bentuk doa dan harapan bersama untuk kabupaten tercinta,” katanya.

Selain sisi spiritual, dampak ekonomi dari festival ini juga cukup signifikan. Berdasarkan laporan panitia, transaksi UMKM selama kegiatan berlangsung mencapai angka yang menggembirakan.

Baca Juga :  Pemberdayaan UMKM Melalui Digitalisasi: Kasir Pintar dan ITS Gelar Edukasi Literasi Digital

“Omset transaksi dari sektor UMKM dan bazar tercatat mencapai kurang lebih 3 Miliar Rupiah. Ini bukan sekadar angka, tapi bukti bahwa ketika nilai-nilai keagamaan dan potensi ekonomi disinergikan, hasilnya luar biasa,” jelasnya.

Wabup juga memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang telah menyukseskan festival ini, termasuk jajaran Pemkab, ASN, pelaku UMKM, panitia, serta tokoh-tokoh agama yang terus memberikan dukungan moral dan spiritual.

“Saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Terutama para alim ulama, tokoh agama, ASN, pelaku UMKM, dan panitia yang telah bekerja dengan penuh semangat dan keikhlasan,” ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan yang tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan keseimbangan spiritual dan sosial budaya masyarakat.

“Kami meyakini bahwa kemajuan yang tidak disertai keberkahan hanyalah pencapaian semu. Kesejahteraan yang tidak dilandasi nilai-nilai kebaikan, pada dasarnya rapuh dan tidak berkelanjutan,” tegasnya.

Sebelum menutup sambutan, Wabup menyampaikan harapannya agar acara ini membawa keberkahan dan semangat baru bagi masyarakat Bondowoso.

“Dengan mengucap Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, dan atas izin Allah SWT, serta ridho para ulama dan seluruh hadirin, saya Wakil Bupati Bondowoso secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan Festival Muharram 1447 Hijriyah,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan lantunan sholawat yang dipimpin oleh para habaib dan ulama. Ribuan jamaah larut dalam suasana penuh doa, harapan, dan cinta kepada Rasulullah SAW. Momentum ini bukan hanya peringatan keagamaan, tetapi juga refleksi bersama menuju Bondowoso yang lebih berkah dan berdaya.(wan)