Belum Semua Korban Dievakuasi, Tim SAR Perpanjang Operasi di Selat Bali

oleh -602 Dilihat
oleh

KILASJATIM.COM, Banyuwangi – Masih banyaknya korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama di Selat Bali yang belum ditemukan, Tim SAR Gabungan memperpanjang operasi pencarian tiga hari kedepan terhitung mulai hari ini, Rabu (9/7/2025).

“Atas pertimbangan kemanusiaan dan arahan dari Jakarta, operasi pencarian kami perpanjang, mengingat masih ada korban yang perlu dievakuasi,” ujar Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda Ribut Eko Suyatno dalam keterangannya di Pelabuhan ASDP Ketapang, Selasa (8/7/2025) malam.

Hingga hari kesekian, tim SAR yang menyisir jalur darat, laut, dan udara belum menemukan korban tambahan. Namun, kemajuan signifikan justru datang dari bawah permukaan.

Menurut Eko, kapal KRI Pulau Fanildo 732 milik TNI AL yang melakukan pemindaian bawah laut menggunakan teknologi side scan sonar, berhasil mendeteksi keberadaan logam dengan daya magnet tinggi di dasar laut. Titik deteksi berada di referensi 4, tepat di tengah Selat Bali, yang diduga kuat sebagai lokasi bangkai kapal.

“Ini adalah kemajuan signifikan dari tim hidrografi KRI Fanildo. Indikasi logam kuat berada tepat di tengah Selat Bali,” jelasnya.

Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II, Laksamana TNI Endra Hartono, menambahkan bahwa KRI Pulau Fanildo telah memetakan enam titik pencarian di Selat Bali. Dari seluruh titik tersebut, hanya referensi 4 yang menunjukkan anomali logam mencurigakan, yang kini menjadi fokus utama tim SAR.

“Hari ini, deteksi sonar mengarah kuat ke referensi empat, lokasinya persis di tengah perairan,” ungkap Endra.

Tim hidrografi kini tengah mengolah data sonar menjadi gambar tiga dimensi guna mengetahui kontur dasar laut dan mengonfirmasi apakah objek yang terdeteksi adalah bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya.

Baca Juga :  KAI Logistik Perkuat Kinerja di Jawa Timur, Jalin Kemitraan dan Layanan Inovatif

“Hasil rinci terkait riwayat objek masih kami dalami,” pungkas Endra. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.