PT Pelindo Terminal Petikemas Alihkan Pengelolaan TPK Berlian ke Terminal Teluk Lamong

oleh -1192 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – PT Pelindo Terminal Petikemas resmi menyerahkan pengelolaan Terminal Peti Kemas (TPK) Berlian kepada PT Terminal Teluk Lamong (TTL). Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif strategis pemurnian bisnis pasca penggabungan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, dengan harapan meningkatkan efektivitas manajemen dan kualitas layanan pelabuhan.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, menjelaskan bahwa pengelolaan TPK Berlian oleh TTL efektif berlaku mulai 1 Juli 2025. Seluruh tanggung jawab operasional dan non-operasional di terminal tersebut kini berada di bawah kendali TTL.

“Kegiatan operasional baik perencanaan maupun pengendalian, layanan pelanggan, layanan komersial, hubungan stakeholder, dan hal lainnya yang ada di TPK Berlian menjadi tanggung jawab PT Terminal Teluk Lamong,” kata Widyaswendra dalam keterangannya, Selasa (1/7).

Ia memastikan proses serah kelola dilakukan dengan perencanaan matang, termasuk sosialisasi kepada para pengguna jasa dan pekerja BJTI yang sebelumnya mengelola terminal ini. “Kami lakukan pendekatan tidak hanya kepada pelanggan, tetapi juga kepada seluruh pekerja BJTI yang terkait operasional TPK Berlian,” imbuhnya.

Dengan tambahan TPK Berlian, portofolio TTL dalam pengelolaan terminal peti kemas domestik semakin luas setelah sebelumnya pada 1 Mei 2024 mengambil alih pengelolaan TPK Nilam.

“Dengan pengelolaan TPK Berlian oleh TTL diharapkan bisa menjadi langkah maju dalam pengelolaan bisnis terminal peti kemas dan memberikan layanan yang lebih baik kepada para pengguna jasa perusahaan,” ujarnya.

Respon Positif Pelaku Usaha

Kalangan pelaku usaha pelayaran dan logistik di Surabaya menyambut positif pengalihan pengelolaan TPK Berlian ini. Ketua DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Surabaya, Stenven H. Lesawengan, menilai langkah ini sebagai strategi internal perusahaan yang wajar dilakukan untuk meningkatkan efektivitas manajemen.

Baca Juga :  Pelindo Terminal Petikemas Pastikan Tak Ada Antrean Kapal hingga Enam Hari di Tanjung Perak

“Langkah tersebut sah-sah saja. Jika bertujuan untuk tata kelola perusahaan yang lebih efektif, ini tentu sesuatu yang sangat positif,” ujarnya.

Stenven berharap pengalihan ini berdampak pada peningkatan efisiensi layanan di pelabuhan, seperti penurunan waktu tunggu kapal dan efisiensi biaya logistik yang menjadi perhatian utama pelaku usaha pelayaran.

Dari sisi logistik, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Surabaya, Sebastian Wibisono, juga menyatakan hal serupa. Menurutnya, pengelolaan TPK Berlian sepenuhnya merupakan kewenangan Pelindo, namun ia mengingatkan agar tingkat pelayanan tidak menurun.

“Itu sepenuhnya wewenang PT Pelindo Terminal Petikemas. Namun kita berharap agar tidak mengubah service level. Syukur-syukur kalau lebih baik lagi,” ungkap Sebastian, yang akrab disapa Wibi.

Ia menambahkan, yang terpenting bagi pelaku usaha logistik adalah kelangsungan dan stabilitas layanan tetap terjaga. “Kepastian operasional pelabuhan sangat penting untuk mendukung kelancaran distribusi barang,” pungkasnya.