Inovatif! Pakan Ternak dari Kulit Kakao Asal Gresik Diekspor ke Malaysia

oleh -896 Dilihat

KILASJATIM.COM, Gresik – Produk inovatif berbahan kulit kakao hasil olahan UMKM asal Gresik, Jawa Timur, berhasil menembus pasar Malaysia. PT Aji Bakuh Anugrah, pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal, melakukan ekspor perdana pakan ternak berbasis cocoa shell sebanyak 10 ton.

Ekspor ini menandai langkah signifikan UMKM Gresik dalam memanfaatkan limbah pertanian menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

“Ini langkah strategis dan inspiratif. Bukti bahwa UMKM kita bisa go internasional melalui inovasi dan kerja keras,” ujar Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam keterangan tertulis, Rabu (26/6/2025).

Pakan ternak tersebut merupakan hasil olahan sederhana dari kulit kakao yang diperoleh dari PT Cargill Indonesia. Pengiriman dilakukan menggunakan kontainer 20 kaki dengan nilai transaksi sekitar USD 5.000.

Menurut Yani, produk ini tidak hanya potensial secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah agroindustri.

“Pemkab Gresik berkomitmen mendampingi UMKM naik kelas. Mulai pelatihan ekspor, pendampingan legalitas, fasilitasi sertifikasi mutu, hingga strategi pemasaran digital,” jelasnya.

Namun, ia menekankan, pemerintah hanya berperan sebagai fasilitator. “Kuncinya tetap pada pelaku UMKM yang mau belajar dan berinovasi,” tambahnya.

Ekspor ke Malaysia menambah daftar negara tujuan bagi PT Aji Bakuh Anugrah. Di bawah kepemimpinan Direktur Subhki, perusahaan ini sebelumnya sudah berhasil mengirim produk serupa ke Jepang dan Korea pada 2024.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa produk olahan berbasis bahan lokal, jika dikembangkan secara tepat, dapat bersaing di pasar internasional.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Gresik juga menyerahkan sertifikat Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) kepada Koperasi Merah Putih di Desa Pangkah Kulon, yang mengelola kampung budidaya rumput laut.

Sertifikat ini menandai bahwa produksi rumput laut di desa tersebut telah memenuhi standar mutu, sanitasi, dan keamanan pangan sesuai prinsip HACCP. Sertifikasi ini penting untuk membuka akses ekspor dan memperkuat daya saing produk perikanan lokal. (cit)

Baca Juga :  GE HealthCare dan IKATEMI Cetak Tenaga Biomedis Unggul di RS Vertikal Surabaya