KILASJATIM.COM, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan komitmen Indonesia untuk membangun kota yang inklusif dan berkelanjutan. AHY juga menyoroti pentingnya kerja sama global dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan perubahan iklim yang kian mendesak.
Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat memberikan pidato pada Forum Urbanisasi BRICS ke-4 yang diselenggarakan di Istana Itamaraty, Kementerian Luar Negeri Brazil, Selasa (24/6/2025). Menurutnya, arah pembangunan kota-kota saat ini akan menentukan masa depan masyarakat dunia.
“Sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, Indonesia hadir membawa harapan dan tanggung jawab dalam membentuk masa depan yang lebih adil, tangguh, dan berkelanjutan,” kata AHY dalam keterangan tertulisnya.
AHY memaparkan bahwa banyak negara menghadapi permasalahan serupa, yaitu laju urbanisasi yang cepat dan risiko perubahan iklim yang meningkat. Di Indonesia sendiri, lebih dari separuh penduduk kini tinggal di perkotaan, dan diproyeksikan akan mencapai 70 persen pada tahun 2045.
“Kita harus memastikan pertumbuhan kota yang inklusif dan tangguh. Tidak boleh ada yang tertinggal,” tegas AHY.
Ia menambahkan, pendekatan terpadu yang menghubungkan tanah, perumahan, transportasi, air, dan energi dalam satu sistem infrastruktur berkelanjutan adalah kunci. Hal ini krusial untuk membentuk masa depan perkotaan yang inklusif, tangguh terhadap iklim, serta berakar pada prioritas dan inovasi.
“Setiap investasi dirancang untuk menghasilkan berbagai manfaat: lapangan kerja yang layak, ketangguhan yang lebih kuat, martabat yang lebih tinggi, serta kemakmuran yang berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, AHY turut berharap adanya kolaborasi erat antar negara anggota BRICS untuk saling berbagi inovasi dan keunggulan dalam mengelola urbanisasi. Ia mencontohkan berbagai inisiatif yang bisa dipelajari bersama, mulai dari perumahan sosial di Brasil, teknologi kota tahan iklim dari Rusia, hingga konektivitas kepulauan yang sedang dikembangkan.
“BRICS memiliki potensi untuk menjadi motor perubahan global. Indonesia siap berkontribusi melalui data, proyek percontohan, dan kebijakan praktis,” pungkas AHY.(dra)




