OJK : Sektor Jasa Keuangan Indonesia Tangguh di Tengah Gejolak Global

oleh -633 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) Indonesia tetap terjaga kuat, meskipun dihadapkan pada dinamika tensi perdagangan dan geopolitik global yang bergejolak.

Hal tersebut  disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK yang dilaksanakan pada 28 Mei 2025. OJK menyoroti kesepakatan dagang permanen antara Amerika Serikat dan Inggris pada 8 Mei 2025, yang menandai kesepakatan pertama AS dengan negara lain pasca penundaan penerapan tarif resiprokal. Perkembangan positif dalam dinamika perdagangan internasional menjadi salah satu faktor penopang.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengungkapkan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga dengan baik, meskipun ekonomi global menghadapi perlambatan.

“Kunci ketahanan ini adalah dukungan dari penguatan pasar global, terutama pasca kesepakatan dagang strategis antara Amerika Serikat dan Inggris, serta perjanjian sementara antara AS dan Tiongkok,” ujarnya, Kamis (5/6).

Kesepakatan-kesepakatan tersebut telah berhasil meredakan volatilitas pasar dan membuka jalan bagi peningkatan aliran modal ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Dampaknya terasa nyata dalam penguatan likuiditas di sektor jasa keuangan, sehingga menjaga stabilitas pasar dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, kebijakan moneter yang lebih akomodatif dari berbagai bank sentral dunia juga memberikan ruang bagi Indonesia untuk memperkuat daya tahannya. Kebijakan ini menciptakan peluang strategis bagi OJK untuk memperdalam pasar keuangan domestik, meningkatkan daya saing, dan memperluas inklusi keuangan di tengah tantangan global.

Kepala OJK Jawa Timur, Yunita Linda Sari menambahkan bahwa dalam hal ini OJK mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi risiko global yang dapat memengaruhi kinerja debitur dan lembaga jasa keuangan. Untuk mengantisipasi hal ini, berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, termasuk penguatan regulasi dan koordinasi intensif dengan pemangku kepentingan.

Baca Juga :  Galeri Investasi Syariah BEI FEBI IAIN Madura Gandeng OJK  Launching Kamus Pasar Modal Bahasa Indonesia-Madura

“Kami optimistis, dengan penguatan regulasi, kolaborasi lintas sektor, dan inovasi berkelanjutan, sektor jasa keuangan Indonesia akan terus tumbuh secara berkelanjutan,” kata  Yunita Linda Sari.

Tak hanya itu, kesepakatan dagang sementara antara AS dan Tiongkok pada 12 Mei 2025 yang berlaku selama 90 hari, juga berperan signifikan dalam meredakan tensi perdagangan global.

Kesepakatan-kesepakatan ini disambut baik oleh para pelaku pasar, mendorong penguatan pasar keuangan global, serta diikuti oleh penurunan volatilitas pasar keuangan dan peningkatan capital inflow ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Meskipun ketegangan geopolitik terpantau meningkat di beberapa kawasan, OJK mencatat bahwa dampaknya dapat terlokalisasi sehingga imbasnya ke pasar keuangan global masih terbatas.

Di sisi lain, laporan pertumbuhan ekonomi global pada kuartal pertama tahun 2025 menunjukkan adanya pelemahan, yang disertai oleh berlanjutnya penurunan inflasi. Fenomena ini mengindikasikan adanya pelemahan permintaan global.

Menanggapi kondisi tersebut, kebijakan moneter global cenderung semakin akomodatif. Beberapa bank sentral telah mengambil langkah-langkah seperti menurunkan suku bunga, menyuntikkan likuiditas ke pasar, atau menurunkan reserve requirement.

Sementara itu, kebijakan fiskal global juga cenderung ekspansif, meski dihadapkan pada ruang fiskal yang terbatas.Dengan demikian, meski lanskap ekonomi dan geopolitik global penuh tantangan, SJK Indonesia menunjukkan ketahanan yang patut diapresiasi, didukung oleh respons positif pasar terhadap meredanya tensi perdagangan dan kebijakan moneter yang akomodatif secara global. (nov)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.