KILASJATIM.COM, Jakarta – Puncak kompetisi sepak bola Eropa akan tersaji pada Minggu, 1 Juni 2025, pukul 02.00 WIB, ketika Paris Saint-Germain (PSG) dan Inter Milan berhadapan di Final Liga Champions 2024-2025 di Allianz Arena, Munich. Duel ini tidak hanya menjanjikan tontonan menarik, tetapi juga kesempatan bagi kedua tim untuk mengukir sejarah baru di kancah Eropa.
PSG berhasil melangkah ke final setelah menunjukkan performa gemilang dengan menyingkirkan Arsenal di babak semifinal. Sementara itu, Inter Milan juga tampil perkasa dan memastikan tempat di partai puncak setelah mengandaskan perlawanan Barcelona di babak empat besar.
Bagi PSG, final kali ini adalah kesempatan emas untuk meraih treble winners perdana dalam sejarah klub di turnamen mayor, sebuah pencapaian yang akan menjadi tonggak penting bagi raksasa Prancis tersebut. Jika berhasil mengangkat trofi Liga Champions, mereka akan menutup musim dengan sempurna. Final ini juga menjadi momen penebusan bagi PSG atas kekalahan pahit mereka dari Bayern Munchen di Lisbon pada tahun 2020.
Di sisi lain, Inter Milan memiliki rekam jejak yang lebih kaya di Liga Champions, dengan tujuh kali menembus final dan sukses meraih tiga gelar juara. Musim ini, Liga Champions menjadi satu-satunya harapan bagi Inter untuk mengangkat piala, setelah mereka gagal meraih Scudetto di Serie A dan kandas di semifinal Coppa Italia. Ambisi Nerazzurri adalah menghapus trauma kekalahan dari Manchester City dua tahun silam di final.
Uniknya, final 2024-2025 ini akan menjadi pertemuan pertama antara PSG dan Inter Milan di pentas Liga Champions. Pertemuan ini juga menandai kembalinya duel antara wakil Prancis dan Italia di final setelah 32 tahun berlalu, menambah bumbu sejarah dalam laga pamungkas ini.
Menjelang laga krusial ini, PSG menghadapi final dengan hampir seluruh skuad dalam kondisi fit. Hanya bek Nordi Mukiele yang dipastikan absen karena cedera, dan tidak ada pemain yang terkena hukuman larangan bermain. Hal ini memberikan fleksibilitas penuh bagi pelatih Luis Enrique untuk menurunkan susunan pemain terbaiknya.
Sebaliknya, Inter Milan menghadapi beberapa kekhawatiran cedera. Bek Benjamin Pavard dan Yann Bisseck, serta gelandang Piotr Zielinski diragukan untuk tampil. Selain itu, pemain muda Valentin Carboni dipastikan absen.
Berkaca dari beberapa pertandingan sebelumnya, PSG cenderung lebih diunggulkan. Kemenangan mereka atas Arsenal, yang notabene berhasil mengalahkan juara bertahan Real Madrid, menunjukkan kekuatan dan kedalaman skuad mereka. Namun, dalam final, segala kemungkinan bisa terjadi, dan Inter Milan dengan semangat juang serta pengalaman mereka di panggung Eropa, tidak bisa dianggap remeh. (den)




