KILASJATIM.COM, Surabaya – Tingginya angka pencurian kendaraan bermotor di Surabaya membuat Pemkot akan menjadikan 500 kampung sebagai percontohan untuk menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) serta pemasangan CCTV untuk menekan aksi curanmor di Kota Pahlawan.
Kepala Satpol PP Kota Surabaya, M Fikser, menjelaskan bahwa kesadaran warga di ratusan kampung tersebut mulai meningkat untuk memberlakukan Siskamling, terutama akibat tingginya angka kasus pencurian.
Namun, Fikser mengakui bahwa penerapan Siskamling mengalami kendala karena terbatasnya sumber daya manusia (SDM). Untuk itu, pihaknya akan memanfaatkan layanan Command Center 112.
“Hal ini kami lakukan agar saat ada kejadian, masyarakat bisa langsung menghubungi kami dan aparat dapat bergerak cepat ke lokasi,” kata Fikser, saat dikonfirmasi pada Selasa (27/5/2025).
Fikser menambahkan bahwa warga juga akan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya serta anggota Polri dan TNI.
Saat ini, pihaknya masih menyusun prosedur operasional standar (SOP) untuk pelaksanaan program ini.
“Jadi kita mengadopsi seperti dulu waktu Covid-19, ada ‘Kampung Tangguh’ yang bisa menangani berbagai permasalahan di kampung,” imbuh mantan Kabag Humas Pemkot ini.
Pria asal Serui, Papua ini mengungkapkan bahwa Kampung Tangguh akan digerakkan secara bertahap dimulai dari 500 RW sebagai percontohan, dengan harapan konsep ini dapat diterapkan di seluruh kampung di Surabaya.
“Total ada sekitar 1.300 RW di Surabaya. Kami tidak hanya mendorong warga untuk mengaktifkan Siskamling, tetapi juga melakukan monitoring dan evaluasi berkelanjutan,” ujarnya.
