Jatim Retreat: Lemhanas Puji, Khofifah Tekankan Penguatan Ketahanan Daerah

oleh -1790 Dilihat

KILASJATIM.COM, Jakarta – Gubernur Lemhanas, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Jatim Retreat 2025 yang digelar di Pusdik Arhanud, Kota Batu, pada Sabtu (26/4/2025). Jawa Timur menjadi provinsi pertama yang menyelenggarakan kegiatan retreat setelah sebelumnya dilakukan di tingkat pemerintah pusat.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan rasa terima kasih atas apresiasi tersebut. Ia menegaskan pentingnya sinergi seluruh perangkat daerah dalam memperkuat ketahanan daerah sebagai bagian integral dari ketahanan nasional.

“Ketahanan nasional tercipta saat ketahanan daerah kuat,” tegas Khofifah. Ia menambahkan bahwa ketahanan daerah merupakan cerminan langsung dari ketahanan nasional.

Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengungkapkan potensi besar yang dimiliki Jawa Timur, berdasarkan data dari Lemhanas RI. Dengan jumlah penduduk mencapai 41,81 juta jiwa — terbesar kedua di Indonesia — serta 71,65 persen di antaranya berada dalam usia produktif, Jawa Timur tengah menikmati momentum bonus demografi.

Selain itu, Jawa Timur menyumbang 25,23 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Pulau Jawa, menjadikannya sebagai lokomotif perekonomian nasional dan gerbang logistik internasional.

“Potensi ini harus dimaksimalkan agar ketahanan daerah benar-benar terwujud,” ujar Khofifah. Ia mengingatkan bahwa apabila ketahanan Jawa Timur terganggu, maka dampaknya akan berpengaruh ke stabilitas nasional secara keseluruhan.

Menghadapi dinamika global dan era disrupsi, Khofifah mengimbau para perangkat daerah untuk meningkatkan kepekaan terhadap situasi terkini serta memperkuat karakter kebangsaan dan integritas birokrasi. “Perkuat karakter kebangsaan dan jadilah birokrat yang berintegritas,” pesannya.

Sementara itu, Gubernur Lemhanas Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily memuji langkah cepat Gubernur Khofifah dalam menginisiasi kegiatan retreat ini. “Ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” ujarnya.

Baca Juga :  Kibarkan Bendera di HUT RI, Paskibraka Surabaya Jalani Diklat Selama 2 Pekan

Syadzily juga menekankan bahwa tantangan besar di era disrupsi hanya bisa dihadapi melalui kolaborasi dan kemampuan para pemimpin daerah untuk membaca peluang dan mengambil tindakan strategis. “Jadilah pemimpin yang mampu mewujudkan ketahanan daerah,” tandasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Sekretaris Daerah Adhy Karyono, serta 72 pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Pemprov Jatim.(dra)

No More Posts Available.

No more pages to load.