Negeri Gajah Putih Menjanjikan, HIPMI Jatim dan Kadin Jatim Bidik Ekspor ke Thailand

oleh -1409 Dilihat

KILASJATIM.COM, Surabaya – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur berkolaborasi untuk menggarap serta meningkatkan ekspor ke Thailand.

Hal ini dikatakan Ketua Umum HIPMI Jatim Ahmad Salim Assegaf saat melakukan pertemuan bisnis atau business matching dengan sejumlah pengusaha Thailand di Surabaya.

Menurutnya, Negeri Gajah Putih menjadi salah satu negara yang sangat menjanjikan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jawa Timur seiring pertumbuhan ekonomi yang stabil dan permintaan pasar yang kian meningkat.

“Sejauh ini ekspor ke negeri Gajah Putih tersebut masih belum tergarap maksimal,” kata Salim saat dikonfirmasi, Jumat (14/3/2025).

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Director Department of International Trade Promotion Manistry of Commerce Thailand, Hataichanok, Ahmad Salim juga mengungkapkan komoditas ekspor utama adalah tembaga, plastik, barang dari plastik, daging dan olahan ikan, tembakau, berbagai produk kimia, kertas/karton, bahan kimia organik, berbagai olahan ikan dan udang serta besi dan baja.

Sedangkan komoditas impor Jatim dari Thailand adalah plastik dan barang dari plastik, gandum, gula dan kembang gula, bahan kimia organik, hasil penggilingan, olahan makanan, mesin pesawat dan mekanik, kertas dan karton, berbagai produk kimia serta perekat dan enzim.

“Dan pertemuan ini adalah peluang bagi kita untuk memacu ekspor ke sana,” ujar Ahmad Salim.

Perlu diketahui, dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur mencatat neraca perdagangan Jatim dengan Thailand sejak 2020 hingga 2024 terus defisit.

Pada 2020, ekspor Jatim ke Thailand mencapai 451,92 ribu dolar AS sedangkan impor Jatim dari Thailand mencapai 750,10 ribu dolar AS atau defisit sebesar 289,18 ribu dolar AS.

Baca Juga :  Laba Pegadaian 2025 Tembus Rp 8,34 Triliun, Tumbuh 42,6%

Kondisi yang sama juga terjadi pada 2021 yaitu defisit perdagangan Jatim dan Thailand mencapai 294,46 ribu dolar AS, pada 2022 defisit 464,66 dolar AS, pada 2023 defisit 710,26 ribu dolar AS, dan pada periode Januari-Oktober 2024 defisit mencapai 339,07 ribu dolar AS.

“Pertemuan ini bertujuan untuk berdialog, membahas peluang yang bisa dikerjasamakan antar kedua belah pihak di berbagai sektor mulai dari manufaktur, makanan minuman, industri jasa, konstruksi, industri Agro, dan lainnya,” ungkap Ahmad Salim.

Sedangkan, Director Department of International Trade Promotion Manistry of Commerce Thailand, Hataichanok, memastikan akan menjadi jembatan antara Thailand dan Indonesia dalam menjalankan ekspor dan impor.

“Ke depannya, kalau ada apa-apa bisa hubungi kami dan juga kami berencana untuk berkolaborasi dan mengadakan business matching dengan Kadin dan HIPMI Jatim,” kata Hataichanok. (cit)

No More Posts Available.

No more pages to load.